SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Atap SMK 1 Tanggeung Ambruk Akibat Gempa, 8 Orang Siswi Luka-Luka

942
×

Atap SMK 1 Tanggeung Ambruk Akibat Gempa, 8 Orang Siswi Luka-Luka

Sebarkan artikel ini
Atap SMK 1 Tanggeung Ambruk Akibat Gempa, 8 Orang Siswi Luka-Luka
Atap SMK 1 Tanggeung Ambruk Akibat Gempa, 8 Orang Siswi Luka-Luka

MetroMediaNews.co – Delapan orang siswa SMKN 1 Tanggeung, Kecamatan Tanggeung, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa dilarikan ke Puskesmas setempat karena mengalami luka cukup serius akibat tertimpa atap bangunan sekolah yang ambruk karena gempa, Selasa (23/01).

Dikatakan Kasi Trantib Kecamatan Tanggeung Abdurahman, saat dihubungi MMN via telepon selularnya mengatakan, pihaknya dari Kecamatan langsung sigap bergerak kelokasi sekolah yang atapnya ambruk.

“Selang beberapa saat gempa terjadi, ribuan siswa berhamburan keluar dari dalam ruangan di lantai 1 dan 2 bangunan sekolah tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar korban yang tertimpa atap bangunan yang ambruk merupakan siswa dan siswi yang kelasnya terletak di lantai 2, belum sempat keluar dari dalam ruangan yang tiba-tiba ambruk bagian atap saat gempa melanda.

“Kebanyakan korban siswi, 6 orang mengalami luka berat dan 2 orang lainnya luka ringan dibagian kepala karena tertimpa genteng yang ambruk, saat hendak keluar dari dalam ruangan,” ucapnya.

Diketahui gempa 6,4 SR yang terjadi di Lebak-Banten itu, terasa cukup kencang, sehingga mengakibatkan sebagian atap bangunan sekolah ambruk dan menimpa siswa yang berusaha keluar dari dalam ruangan.

“Saat gempa terjadi 1250 siswa berusaha keluar secara bersamaan, sehingga beberapa orang siswa masih tertahan di dalam ruangan karena akses jalan keluar terhambat. Kedelapan siswa tersebut, saat ini sudah mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas setempat,” ucapnya.

Sedangkan terkait dampak lain dari gempa yang melanda kawasan tersebut, pihaknya masih melakukan monitoring, namun hingga sore menjelang belum ada laporan rumah atau bangunan lain yang rusak akibat gempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *