MetroMediaNews.co|Cianjur – Adanya kabar dan desas-desus penyunatan dana bantuan langsung tunai (BLT) oleh oknum ketua RT di masyarakat desa Sinangsari, kecamatan Cilaku, Cianjur menjadi perhatian khusus pemerintah desa.
Menanggapi hal itu, kepala desa Sinangsari, H Ridwan Wafi mengutuk keras dan mengecam apabila ada Ketua RT yang berani melakukan pemotongan dana BLT untuk masyarakatnya.
“Saya sebagai Kades akan melakukan pembinaan terlebih dahulu kepada Ketua RT, dan jika ada bukti kuat ada pemotongan BLT yang dilakukan oleh oknum Ketua RT. Maka saya tidak akan segan untuk memberhentikannya,” tegas Ridwan saat dihubungi MetroMediaNews.co.
Ia menjelaskan, dirinya dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin dan kepercayaan masyarakat tentunya harus di bayar dengan kinerja yang benar sebagai bentuk tanggung jawab. RT/RW adalah ketangan panjangan Pemdes, untuk itu semua RT yang ada di desa Sinangsari harus bekerja benar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Ketua RT sekarang itu dipilih langsung masyarakat sama dengan kepala desa, maka jangan coba-coba mengkhianati kepercayaan yang di berikan masyarakat,” kata Ridwan menegaskan.
Pemerintah desa selama ini tidak pernah menyuruh untuk menyunat dana BLT. “Saya merasa aneh bila ada pemotongan dana BLT. Seribu rupiah pun tidak, bagi kami haram apalagi hak rakyat, jangan BLT pembuatan kartu identitas anak( KAI) yang harus ditebus pengambilannya belum pernah di pinta pada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan, pemerintah desa telah melakukan investigasi di lapangan dan hasilnya tidak ditemukan adanya penyunatan yang dilakukan oleh oknum RT. Adapun penyunatan sudah di musyawarahkan terlebih dahulu oleh Ketua RT dengan masyarakat.
“Memang ada pemotongan tapi setelah di panggil kepada RT yang bersangkutan bahwa itu semua tidak ada pemakasaan. Uang pemotongan tersebut untuk kepentingan umum yaitu pembuatan panggung di wilayahnya,” jelas Ridwan.
Sebelumnya salah satu masyarakat mengadukan adanya pemotongan BLT yang di lakukan oknum Ketua RT. Melalui akun Facebooknya dikatakan bahwa di wilayah Desa Sinangsari ada pemotongan BLT.
Untuk diketahui bahwa BLT Desa diambil dari dana desa (DD) di desanya masing-masing. DD merupakan dana dari pusat untuk desa, terkait adanya wabah Corona maka hampir sebagian besar DD untuk BLT gunanya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Dana desa yang sebenarnya diperuntukkan bagi pembangunan dan
pengembangan desa, dialihkan menjadi dana bantuan tunai yang dinamakan dengan bantuan
langsung tunai dana desa (BLT-DD).(Dudi)















