“Tentunya dalam hal ini jembatan buatan warga kurang maksimal sehingga hal ini tidak menjamin keselamatan. Saya berharap agar jembatan yang perlu dibangun oleh pemerintah yaitu jembatan penghubung desa yang sifatnya jembatan publik,” ungkapnya.
Hal yang sama dikatakan Kasie Kedaruratan BPBD Cianjur Rokhmat SH menjelaskan, bahwa pihaknya bersama rekan-rekan Tim BNPBD, BASRANAS, TNI, POLRI, TAGANA, Kecamatan, Desa dan Organisasi kemasyarakatan sudah semaksimal mungkin dalam melakukan pencarian dan penyisiran.
“Mendapat laporan dari Kecamatan kami langsung terjun melakukan pencarian dan penyisiran mulai dari sungai Cibala sampai ke ujung hinga sungai Cibuni Kadupandak, dilanjut sampai ke ujung sungai Waringinsari Takokak. Kendalanya pertama cuaca yang sangat ekstrim kemudian debit air besar dan deras, terutama medan yang sangat berat dan banyak Curug dan bebatuan, jadi kami menurunkan tem Ahli sehingga pihak BPBD tidak bisa menurunkan alat-alat yang canggih sehingga hanya menurunkan alat-alat manual,” terangnya kepada MMN, Minggu (11/3).
Rohmat mengatakan, dirinya sudah berkordinasi dengan pihak keluarga korban, seandainya dalam jangka waktu 7 hari tidak diketemukan maka minta di ikhlaskan, sebab pihak BPBD Cianjur sesuai aturan hanya bisa menangani tangap darurat batas waktu hanya 7 hari, hingga hari ke 6 Mingu (11/3).
“Kami beserta rekan-rekan sudah maksimal dalam upaya pencarian dan penyisiran jasad korban tapi belum dapat diketemukan,” pungkasnya.
(Jay|Em)















