MetroMediaNews.co – Beberapa hari ini ramai di Kabupaten Cianjur terkait keluhan warga masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) yang anggarannya bersumber dari pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga yang kurang mampu terkait barang bahan pokok yang tidak layak yang dikirim oleh suplayer.
Diantaranya yang dialami dibeberapa wilayah kecamatan yang ada di Cianjur Selatan seperti daging busuk, telur busuk, beras kurang bagus dan buah buahan yang sudah busuk.
Hal adanya kejadian itu, terdengar oleh Plt Bupati Cianjur sontak membuatnya marah dan geram kemudian langsung mengadakan sidak dengan memanggil semua pemilik agen E-warung dibeberapa kecamatan yang ada di wialyah Cianjur Selatan, pada Selasa, (23/6/2020) untuk dievaluasi.
Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman mengatakan, pihaknya dengan para pengelola E-warung sudah membahas terkait aduan dari warga masyarakat Cianjur.
“Untuk semua diketahui kepada semua warga masyarakat yang menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) yang masuk keluarga penerima manfaat ( KPM) jangan terima apabila menerima bahan bahan pokok dari E-warung yang kondisi barangnya tidak bagus, sebab KPM itu berhak memilih E-warung dimana saja yang kualitas barangnya bagus,” katanya.
Ia menjelaskan, para keluarga penerima manfaat (KPM) bebas untuk memilih E-warung, sebab yang punya duit itu KPM bukan E-warung atau TKSK.
“Pemerintah itu memberikan bantuan berupa uang perbulan sebesar Rp200 ribu yang langsung masuk ke rekening masing-masing KPM,” ujar Plt Bupati kepada awak media, Selasa (24/6/2020).
Bupati menegaskan, kedepan nya pihaknya ingin E-warung bisa mandiri dalam menyuplai barang barangnya agar ekonomi semakin meningkat disamping menyalurkan bantuan ke masyatakat.
“Misalnya seperti beli daging ayam kalau memang didaerah sekitarnya atau di Kampungnya ada peternakan ayam, beli saja di yang dekat. kan kalau beli daging nya dari daerah yang dekat masih seger dan harganya juga lebih murah. Jadi putaran uang tidak kemana mana, dan tidak harus beli jauh jauh dari suplayer Cianjur Kota,” ucapnya.
Lanjutnya, sama hal nya beras jika memang didaerah nya ada produksi beras beli saja didaerah itu, dan kenapa harus ke Cianjur. Jadi manfaatatkan pontensi lokal agar ekonomi berputar serta maju dan berasnya juga bagus.
“Jadi sekali lagi saya ingatkan pemerintah itu memberikan bantuan bukan bahan-bahan pokok atau barang-barang, tapi berupa uang perbulannya Rp200 ribu yang masuk langsung ke rekening KPM nya masing-masing, jadi KPM wajib menolak apabila menerima daging, telor, buah-buahan atau beras yang jelek dari E-warung,” tegasnya.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay















