HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOMEKab. SikkaNusa Tenggara TimurPeristiwaVideo

Nobar Film Pesta Babi di Sikka Didatangi Babinsa, KPA NTT Soroti Intervensi Aparat di Ruang Sipil

823
×

Nobar Film Pesta Babi di Sikka Didatangi Babinsa, KPA NTT Soroti Intervensi Aparat di Ruang Sipil

Sebarkan artikel ini

NUSA TENGGARA TIMUR — Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digelar warga di Waerhek, Desa Likonggete, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, pada malam 14 Mei 2026, mendapat intervensi dari aparat TNI. Saat pemutaran film berlangsung, seorang Babinsa Desa Nangahale dari Koramil Talibura mendatangi lokasi dan meminta agar kegiatan dihentikan.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Peristiwa tersebut mendapat sorotan dari Konsorsium Pembaruan Agraria Wilayah NTT yang menilai tindakan aparat sebagai bentuk pembatasan terhadap ruang demokrasi warga sipil. KPA menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan aktivitas pendidikan rakyat yang berlangsung damai dan tidak melanggar hukum.

Menurut keterangan warga, Babinsa yang datang ke lokasi menyampaikan bahwa dirinya hanya menjalankan “perintah atasan”. Namun, aparat tidak menjelaskan siapa pihak yang memberikan instruksi maupun alasan penghentian kegiatan tersebut.

Meski sempat diminta menghentikan pemutaran film, warga memilih tetap bertahan dan melanjutkan kegiatan hingga selesai. Diskusi mengenai konflik agraria dan persoalan tanah pun tetap berlangsung dalam suasana tertib dan damai.

Salah satu warga yang hadir mengaku kecewa terhadap tindakan aparat yang dinilai tidak memiliki alasan jelas.

“Kami hanya menonton film dan berdiskusi soal kehidupan rakyat dan persoalan tanah. Tidak ada keributan. Babinsa bilang ini perintah atasan. Pertanyaannya, kenapa kegiatan seperti ini harus diperintahkan untuk dibubarkan? Apa ancamannya bagi negara? Justru masyarakat perlu ruang untuk belajar dan memahami persoalan yang sedang mereka hadapi,” ungkapnya.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *