SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
DaerahKampusKupangNusa Tenggara TimurVideo

FMN Kupang Gelar Diskusi Film Pesta Babi, Soroti PSN dan Konflik Agraria di Indonesia Timur

159
×

FMN Kupang Gelar Diskusi Film Pesta Babi, Soroti PSN dan Konflik Agraria di Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
FMN Kupang Gelar Diskusi Film Pesta Babi, Soroti PSN dan Konflik Agraria di Indonesia Timur

KUPANG – Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang menggelar kegiatan nonton bersama dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di wilayah Liliba, Kota Kupang, Kamis (28/5/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri anggota FMN serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang sebagai ruang diskusi mengenai pembangunan, konflik agraria, dan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap masyarakat adat.

Diskusi menghadirkan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana), Yeftha Yeriyanto Sabaat, S.IP., M.IP., serta aktivis agraria Nusa Tenggara Timur (NTT), Fadli.

Dalam pemaparannya, Yeftha Sabaat menilai film dokumenter tersebut menyampaikan kritik sosial yang kuat terhadap kebijakan pembangunan yang dijalankan negara. Namun, menurutnya, penyajian informasi akan lebih lengkap apabila turut menghadirkan perspektif pemerintah maupun pihak pelaksana proyek.

“Secara akademis, akan lebih baik jika ada ruang untuk menghadirkan data dan pandangan dari pemerintah sehingga publik dapat melihat persoalan secara lebih berimbang,” ujarnya.

Menurut Yeftha, keberagaman perspektif penting untuk membantu masyarakat memahami isu pembangunan secara objektif, terutama terkait proyek-proyek berskala nasional yang melibatkan kepentingan negara dan masyarakat.

“Semakin banyak sudut pandang yang dihadirkan, maka masyarakat akan lebih mudah memahami persoalan secara kritis dan komprehensif,” tambahnya.

Soroti Dampak PSN dan Konflik Agraria

Sementara itu, aktivis agraria NTT, Fadli, menjelaskan bahwa sebagian besar isi film menyoroti pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang berlangsung sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *