KUPANG – Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang menggelar kegiatan nonton bersama dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di wilayah Liliba, Kota Kupang, Kamis (28/5/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri anggota FMN serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang sebagai ruang diskusi mengenai pembangunan, konflik agraria, dan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap masyarakat adat.
Diskusi menghadirkan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana), Yeftha Yeriyanto Sabaat, S.IP., M.IP., serta aktivis agraria Nusa Tenggara Timur (NTT), Fadli.
Dalam pemaparannya, Yeftha Sabaat menilai film dokumenter tersebut menyampaikan kritik sosial yang kuat terhadap kebijakan pembangunan yang dijalankan negara. Namun, menurutnya, penyajian informasi akan lebih lengkap apabila turut menghadirkan perspektif pemerintah maupun pihak pelaksana proyek.
“Secara akademis, akan lebih baik jika ada ruang untuk menghadirkan data dan pandangan dari pemerintah sehingga publik dapat melihat persoalan secara lebih berimbang,” ujarnya.
Menurut Yeftha, keberagaman perspektif penting untuk membantu masyarakat memahami isu pembangunan secara objektif, terutama terkait proyek-proyek berskala nasional yang melibatkan kepentingan negara dan masyarakat.
“Semakin banyak sudut pandang yang dihadirkan, maka masyarakat akan lebih mudah memahami persoalan secara kritis dan komprehensif,” tambahnya.
Soroti Dampak PSN dan Konflik Agraria
Sementara itu, aktivis agraria NTT, Fadli, menjelaskan bahwa sebagian besar isi film menyoroti pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang berlangsung sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.















