PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahEkonomiKab. TegalPerdagangan

Harga Ayam di Kabupaten Tegal Naik Jadi Rp38 Ribu per Kilogram, Permintaan Program MBG Disebut Meningkat

389
×

Harga Ayam di Kabupaten Tegal Naik Jadi Rp38 Ribu per Kilogram, Permintaan Program MBG Disebut Meningkat

Sebarkan artikel ini
1001250223
Padagang ayam di pasar Pepedan, Tegal. (Poto : Kuncoro Wijayanto).

TEGAL – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan penuh setelah masa libur sekolah mulai berdampak terhadap pergerakan harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Tegal. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah ayam potong.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Pepedan, harga ayam potong kini mencapai Rp38.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram saat aktivitas Program MBG sempat berhenti selama libur sekolah.

Meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi pasokan dapur MBG disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan permintaan ayam potong. Setiap hari, dapur penyedia MBG membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan ribuan siswa penerima manfaat.

Bagi peternak maupun distributor, peningkatan permintaan tersebut berdampak positif terhadap penyerapan hasil produksi. Pasokan ayam tetap tersedia meski harga jual kepada pedagang mengalami kenaikan.

Namun kondisi berbeda dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Kenaikan harga justru tidak diikuti peningkatan volume penjualan karena daya beli masyarakat dinilai menurun.

“Harga naik, tapi pembeli sepi. Kami terpaksa mengurangi pasokan supaya tidak rugi. Sekarang menunggu harga kembali stabil,” ujar Krisnur, salah seorang pedagang ayam di Kabupaten Tegal, Kamis (16/7/2026).

Menurut para pedagang, sebagian konsumen mulai beralih membeli sumber protein lain yang dinilai lebih terjangkau, seperti telur dan ikan.

Sejumlah Bahan Pokok Ikut Mengalami Kenaikan

Selain ayam potong, pedagang mengaku beberapa komoditas lain seperti telur ayam, tempe, dan beras juga mulai mengalami kenaikan harga meski masih relatif tipis dibandingkan ayam potong.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *