PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahKab. TegalPerdagangan

Harga Telur Ayam di Kabupaten Tegal Naik Jadi Rp26 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Daya Beli Masyarakat

321
×

Harga Telur Ayam di Kabupaten Tegal Naik Jadi Rp26 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Daya Beli Masyarakat

Sebarkan artikel ini
1001263929
Kios sembako di pasar Pepedan, Kabupaten Tegal. (Poto : Kuncoro Wijayanto)

TEGAL – Bergulirnya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kenaikan harga telur ayam di sejumlah daerah. Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, harga telur tercatat naik cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, harga telur ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp22.000 per kilogram kini naik menjadi Rp26.000 per kilogram. Kenaikan tersebut mulai dirasakan para pedagang sejak aktivitas sekolah kembali berjalan normal dan kebutuhan bahan pangan meningkat.

Permintaan Meningkat Usai Libur Sekolah

Para pedagang menduga kenaikan harga dipengaruhi tingginya permintaan setelah program MBG kembali berjalan usai libur sekolah. Kebutuhan telur sebagai salah satu sumber protein untuk penyediaan makanan bergizi dinilai turut mendorong peningkatan permintaan di tingkat distributor.

“Sudah beberapa hari ini harga telur naik. Biasanya Rp22 ribu, sekarang sudah Rp26 ribu per kilo,” ujar Jumaroh, salah satu pedagang di pasar tradisional Kabupaten Tegal.

Selain faktor permintaan, pedagang juga menyebut pasokan dari peternak belum sepenuhnya bertambah sehingga harga di tingkat pasar ikut terkerek naik.

Daya Beli Turun, Omzet Pedagang Ikut Terdampak

Di sisi lain, kenaikan harga justru menjadi keluhan para pedagang. Mereka mengaku sebagian konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian karena harga yang terus merangkak naik.

“Pembeli jadi mikir-mikir kalau mau beli. Takutnya kalau terus naik, orang malah jarang beli telur,” kata Jumaroh.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya telur ayam, agar tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa merugikan peternak maupun pelaku usaha di pasar.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *