GARUT – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ath-Thohariyah Kandangwesi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, membutuhkan tambahan ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Keterbatasan ruang membuat sebagian siswa harus mengikuti pembelajaran dalam kondisi yang kurang ideal.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Berdasarkan papan informasi yang terpampang di lingkungan madrasah, MI Ath-Thohariyah memiliki 14 orang guru dengan jumlah peserta didik yang terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
Jumlah siswa pada Tahun Pelajaran (TP) 2024/2025 tercatat sebanyak 233 siswa. Angka tersebut meningkat menjadi 243 siswa pada TP 2025/2026, dan kembali bertambah menjadi 251 siswa pada TP 2026/2027.
Pertumbuhan jumlah peserta didik tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan MI Ath-Thohariyah sebagai salah satu lembaga pendidikan madrasah di wilayah Kandangwesi, Pakenjeng.
Namun, peningkatan jumlah siswa belum diimbangi dengan ketersediaan ruang kelas yang memadai.
Pantauan jurnalis MMN di lokasi menunjukkan adanya kondisi dua ruang kelas yang harus dibagi menjadi dua bagian untuk menampung kegiatan belajar siswa. Kondisi tersebut membuat ruang belajar menjadi relatif sempit dan siswa harus belajar secara berdesakan.
Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang nyaman, aman, dan efektif. Keterbatasan ruang juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, terlebih jumlah siswa dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan.
MI Ath-Thohariyah berada di bawah Yayasan Ath-Thohariyah Kandangwesi. Madrasah tersebut dipimpin oleh Maman Muldani, S.Pd.I, sementara Ketua Yayasan Ath-Thohariyah Kandangwesi adalah H. Iyad Suryadi, M.M.Pd.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











