PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahEkonomiKab. TegalPerdagangan

Harga Sayur Naik Lagi Seiring Program MBG Kembali Berjalan, Pedagang Pasar Di Tegal Justru Sepi Pembeli

476
×

Harga Sayur Naik Lagi Seiring Program MBG Kembali Berjalan, Pedagang Pasar Di Tegal Justru Sepi Pembeli

Sebarkan artikel ini
1001244338-1
Pedagang sayuran di pasar Pepedan Tegal (Poto : Kuncoro Wijayanto)

TEGAL – Setelah sempat mengalami penurunan selama sekitar tiga pekan, harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional kembali mengalami kenaikan. Kondisi tersebut bertepatan dengan dimulainya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah masa libur sekolah.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Meski harga berbagai jenis sayuran meningkat, para pedagang di pasar tradisional mengaku tidak ikut merasakan keuntungan. Sebaliknya, mereka justru mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli sehingga omzet penjualan ikut berkurang.

Wortel, Timun, Terong, dan Kacang Panjang Mengalami Kenaikan

Berdasarkan pantauan di Pasar Pepedan, Kabupaten Tegal, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

Harga wortel yang sebelumnya dijual sekitar Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000 per kilogram. Timun mengalami kenaikan paling tinggi, dari kisaran Rp8.000–Rp10.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, harga terong naik dari Rp6.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Adapun kacang panjang yang sebelumnya dijual Rp10.000–Rp12.000 per kilogram kini mencapai Rp15.000 per kilogram.

Program MBG dan Produksi Menurun Jadi Pemicu

Menurut para pedagang, kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan setelah program MBG kembali berjalan serta berkurangnya pasokan dari petani akibat musim kemarau.

“Sayuran yang naik ini memang komoditas yang banyak dipakai untuk MBG. Permintaannya langsung besar begitu program jalan lagi,” ujar salah seorang pedagang.

Selain meningkatnya permintaan, produksi dari petani juga disebut menurun sehingga pasokan ke pasar menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

Pedagang Eceran Belum Merasakan Manfaat

Meski harga jual meningkat, pedagang eceran mengaku kondisi tersebut tidak berdampak positif terhadap pendapatan mereka. Daya beli masyarakat dinilai masih rendah sehingga jumlah pembeli tetap sepi.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *