HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
Kab. Pemalang

Program MBG Menggeliat Kembali Harga Telur Ayam , Harga Telur di Pasar Bojongbata Langsung Melejit

130
×

Program MBG Menggeliat Kembali Harga Telur Ayam , Harga Telur di Pasar Bojongbata Langsung Melejit

Sebarkan artikel ini
1001331328
Harga telor naik pasca liburan dapur MBG di pasar Bojongbata.( Foto: Ragil )

PEMALANG – Beroperasinya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah masa libur sekolah mulai berdampak pada pergerakan harga bahan pangan di Kabupaten Pemalang. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah telur ayam negeri di Pasar Bojongbata.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Berdasarkan pantauan di pasar pada Kamis (16/7/2026), harga telur ayam negeri kini berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Angka tersebut naik dibandingkan awal Juli lalu ketika harga sempat turun hingga Rp22.000 per kilogram saat distribusi bahan pangan untuk Program MBG berhenti sementara selama libur sekolah.

Pedagang telur di Pasar Bojongbata, Citra (30), mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak aktivitas sekolah kembali normal dan dapur penyelenggara Program MBG kembali beroperasi pada Senin (13/7/2026).

“Saat libur panjang kemarin pembeli lega dengan penurunan harga telur ayam di angka Rp22.000. Mulai Senin kemarin pergerakan harga telur mulai terasa, hingga hari ini tembus Rp26.000,” ujarnya.

Menurut Citra, meningkatnya permintaan dalam jumlah besar dari dapur penyedia Program MBG menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga telur di tingkat pedagang.

Meski demikian, kenaikan harga komoditas pangan pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan pasokan, distribusi, biaya produksi, serta dinamika permintaan pasar. Karena itu, lonjakan harga tidak dapat disimpulkan hanya disebabkan oleh satu faktor semata.

Daya Beli Masyarakat Menjadi Perhatian

Naiknya harga telur turut menjadi perhatian masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner skala kecil yang menggunakan telur sebagai bahan baku utama. Mereka harus menyesuaikan pengeluaran harian di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Di sisi lain, para peternak ayam petelur di wilayah Pemalang mengaku diuntungkan dengan meningkatnya permintaan. Setelah sempat mengalami penurunan harga di tingkat peternak selama masa libur sekolah, kini harga jual kembali membaik sehingga memberikan keuntungan yang lebih stabil.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *