Mereka juga menyebut kebutuhan sayuran untuk dapur MBG sebagian besar dipenuhi melalui pemasok atau agen dalam jumlah besar, bukan dari pedagang pasar tradisional.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Kenaikannya ada, tapi yang beli sedikit. Yang ambil banyak untuk MBG itu langsung ke agen besar, bukan ke kita. Jadi kita cuma kena imbas harganya naik tapi jualannya sepi,” keluh pedagang lainnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menciptakan distribusi yang lebih merata sehingga keberadaan program MBG juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di pasar tradisional, bukan hanya pemasok berskala besar.
Hingga kini belum ada kepastian kapan harga sejumlah komoditas sayuran tersebut akan kembali stabil.
Penulis: Kuncoro Wijayanto
Editor: Redaksi
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















