PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Komoditas Sayuran Merangkak Naik

193
×

Komoditas Sayuran Merangkak Naik

Sebarkan artikel ini

MMN, CIANJUR – Dampak kemarau yang berkepanjangan, komoditas sayuran di wilayah Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, mengalami kenaikan yang signifikan. Hal tersebut, tidak menutup kemungkinan dikarenakan mahalnya biaya produksi. Yang dimana saat ini, mengalami suhu udara yang panas serta ketersediaan air kurang, sehingga menurunkan kualitas komoditas sayuran tersebut.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Ditemui di lapak tengkulak di wilayah Cipanas, Senin (15/7). Cep Busyrol mengatakan, terhitung sejak musim kemarau, sejumlah sayuran memang mengalami kenaikan harga. Seperti cabe merah, yang semula hanya Rp10 ribu, kini merangkak menjadi Rp30 ribu perkilogram. Untuk wortel, yang semula hanya Rp2000 sekarang jadi Rp7000 perkilogram.

“Itu baru harga di petani ke tengkulak. Belum nanti harga di pasar tradisional. Biasanya dua kali lipat dari harga di petani,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya harga jual memang keinginan para petani. Karena pendapatan yang mereka dapat, sebanding dengan harga bibit dan pupuk serta operasional setiap harinya.

“Sebetulnya tidak berdampak baik juga buat petani, karena kalau dihitung-hitung, antara pendapatan dan pengeluaran (biaya produksi). Kalau dihitung-hitung sama saja,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Cep Busyrol mengharapkan, pemerintah melalui dinas terkait. Agar membantu menanggulangi harga bibit, pupuk dan obat-obatan untuk sayuran. Oleh karena, program yang dicanangkan pemerintah pusat, seperti ‘Kartu Tani’, belum bisa dipergunakan bahkan belum semua petani kebagian.

“Jika dibandingkan dengan biaya operasional, para petani masih mengeluh. Bahkan kebanyakan petani di Cipanas, sekarang lebih memilih menjadi kuli bangunan atau kerja yang lain, daripada memilih jadi petani,” pungkasnya.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *