PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahEkonomiKab. TegalPertanian

Program MBG Berhenti, Harga Terong di Tegal Anjlok 50 Persen, Petani Rugi

458
×

Program MBG Berhenti, Harga Terong di Tegal Anjlok 50 Persen, Petani Rugi

Sebarkan artikel ini
1001182050
Petani terong di Desa Dukuhturi, Kabupaten Tegal, sedang beraktifitas di sawah, Rabu (01/7/26) (Poto : Kuncoro Wijayanto)

TEGAL – Berhentinya program Makan Bergizi Gratis atau MBG selama masa libur sekolah berdampak langsung pada anjloknya harga sayuran. Salah satunya harga terong di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang turun drastis hingga 50 persen.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Petani terong di Desa Dukuhturi, Kabupaten Tegal, hanya bisa pasrah. Harga terong yang sebelumnya Rp5.000 per kilo kini anjlok menjadi Rp2.500 per kilo.

Anjloknya harga terjadi sejak program MBG berhenti beroperasi saat libur sekolah. Tidak adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang beroperasi membuat permintaan terong turun tajam dan berimbas langsung ke harga di tingkat petani.

Kondisi diperparah dengan melimpahnya panen terong yang sulit dijual. Saat program MBG masih berjalan, harga terong tinggi sehingga banyak petani ramai-ramai menanam terong. Akibatnya terjadi over produksi.

Namun saat MBG berhenti, produksi terong petani justru melimpah ruah tanpa ada tengkulak yang mau membeli. Kondisi ini membuat harga terong semakin terpuruk.

Harga yang rendah membuat petani merugi karena tidak bisa menutup ongkos produksi. Padahal biaya untuk sewa lahan, pupuk, dan obat anti hama tergolong mahal.

Para petani berharap program MBG segera kembali berjalan agar permintaan sayuran normal kembali dan harga di tingkat petani bisa membaik.

Penulis : Kuncoro Wijayanto 

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *