PEMALANG — Warga di sekitar jalur Pantura Comal–Ampelgading, Kabupaten Pemalang, mengaku resah. Gerai penjualan minuman beralkohol jaringan Outlet 23 HWG diduga masih beroperasi secara diam-diam di tengah protes warga setelah dibongkarnya dua tempat prostitusi di Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, beberapa hari lalu.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan dalam sepekan terakhir, aktivitas di sekitar lokasi gerai disebut berlangsung tertutup dari luar. Pintu gerbang utama terlihat setengah tertutup atau bahkan ditutup rapat pada jam-jam tertentu.
Namun, menurut informasi warga, aktivitas jual beli diduga masih berlangsung. Sejumlah pembeli disebut datang dan mengetuk pintu samping secara bergantian.
Dugaan aktivitas terselubung tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Persoalan itu juga menjadi perhatian Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier.
“Saya sudah tulis surat ke Kapolres, tembusan ke Bupati dan Kepala Satpol PP Pemalang untuk tutup itu Outlet HWG, dan saya akan turun langsung ke sana dalam waktu dekat ini. Jangan sampai belum ditutup,” ujar Rizal dengan nada tegas, Sabtu (15/8/2026).
Warga menduga pola operasional secara tertutup tersebut dilakukan untuk menghindari pengawasan petugas Satpol PP maupun aparat penegak hukum yang melakukan patroli di kawasan jalur utama Pantura Comal–Ampelgading.
“Dari luar kelihatan tutup dan lampu dipadamkan separuh, tapi kendaraan pembeli yang keluar-masuk masih sering terlihat lewat jalan tikus di sebelah ruko,” ujar salah seorang warga sekitar berinisial SV (30), yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











