GARUT – Program revitalisasi SDN 4 Saribakti di Kampung Cibuluh, Desa Saribakti, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, mendapat sorotan. Proyek yang disebut bernilai sekitar Rp655 juta itu dipertanyakan setelah ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat penjelasan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (26/9/2026) menunjukkan sejumlah bagian pekerjaan, terutama pada atap dan plafon, masih terlihat belum rapi. Material sisa pekerjaan juga masih tampak di beberapa bagian area sekolah.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyelesaian pekerjaan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
P2SP Jadi Sorotan
Selain kondisi fisik bangunan, proses pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) juga menjadi perhatian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan bahwa pembentukan P2SP tidak sepenuhnya diketahui Kepala SDN 4 Saribakti, Saepudin. Operator sekolah disebut turut berperan dalam proses tersebut.
Namun, informasi itu belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran. Diperlukan klarifikasi dari pihak sekolah dan pihak-pihak yang terlibat untuk memastikan bagaimana proses pembentukan P2SP sebenarnya dilakukan.
Ketua P2SP Belum Beri Keterangan
Media kemudian berupaya meminta penjelasan kepada Ketua P2SP, Haer, terkait mekanisme pembentukan panitia dan pelaksanaan revitalisasi.
Hingga berita ini ditulis, Haer belum memberikan keterangan mengenai persoalan tersebut.
Konfirmasi juga dilakukan kepada Kepala SDN 4 Saribakti, Saepudin, melalui WhatsApp. Sejumlah pertanyaan terkait P2SP dan kondisi pekerjaan telah disampaikan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons dari Saepudin.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











