GARUT – Proyek rehabilitasi dan revitalisasi SMP Negeri Satu Atap 4 Cibalong di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah muncul dugaan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Proyek yang memiliki nilai anggaran Rp635.216.000 tersebut kini mendapat perhatian karena diduga menggunakan material yang kualitasnya dipertanyakan serta pelaksanaannya disebut dialihkan kepada pihak ketiga.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Metro Media News, dugaan tersebut mencakup penggunaan rangka atap baja ringan yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi yang semestinya, serta penggunaan material pasir yang diduga didatangkan dari wilayah Cidadap, Kabupaten Tasikmalaya. Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.
Selain persoalan material, muncul pula informasi bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak dikerjakan secara langsung oleh pihak sekolah, melainkan telah diborongkan kepada pihak lain.
Saat dikonfirmasi pada Senin (20/7/2026), Asep, guru yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana kegiatan, membenarkan bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak pemborong.
“Pekerjaan memang diborongkan,” ujarnya singkat.
Keterangan senada disampaikan Agus, guru di SMPN Satap 4 Cibalong. Ia menyebut seluruh proses pelaksanaan pekerjaan telah diserahkan kepada pihak pemborong.
Sementara itu, Kepala SMPN Satap 4 Cibalong, Al Amin Sulaeman, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan, baik dengan mendatangi sekolah maupun melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, belum memperoleh respons.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











