Film Dokumenter Jadi Ruang Belajar Warga
Kegiatan nobar tersebut disebut bukan sekadar hiburan, melainkan ruang belajar bersama warga untuk membahas ketimpangan agraria, konflik tanah, dan pengalaman rakyat dalam mempertahankan ruang hidup mereka.

Film Pesta Babi dikenal sebagai film dokumenter yang menggambarkan berbagai bentuk ketidakadilan sosial dan perebutan ruang hidup masyarakat kecil di tengah kepentingan modal dan kekuasaan atas tanah.
Dalam diskusi usai pemutaran film, warga membahas pengalaman menghadapi persoalan agraria di wilayah Nangahale dan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Timur. Mereka juga menyoroti pentingnya solidaritas masyarakat dalam mempertahankan hak atas tanah dan ruang hidup.
KPA Wilayah NTT menilai ruang-ruang diskusi seperti itu merupakan bagian penting dari pendidikan rakyat yang seharusnya dilindungi, bukan justru dicurigai atau dibatasi dengan pendekatan keamanan.
KPA NTT Pertanyakan Kewenangan TNI
Koordinator KPA Wilayah NTT, Honorarius Quintus Ebang, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk berkumpul, berdiskusi, dan membangun kesadaran kritis atas persoalan agraria yang mereka alami.
Menurutnya, kehadiran aparat TNI yang meminta penghentian kegiatan menunjukkan masih adanya pendekatan keamanan terhadap ruang belajar rakyat.
“Masyarakat mempunyai hak untuk berkumpul, berdiskusi, dan membangun kesadaran kritis atas persoalan agraria yang dialami. Kehadiran aparat TNI yang meminta pembubaran justru memperlihatkan bagaimana suara dan ruang belajar rakyat masih sering dicurigai. Padahal yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah ruang dialog yang sehat dan demokratis,” tegas Honorarius.















