HOME

Memprihatinkan, Nenek Tua ini Hidup Sebatang Kara dengan Kondisi Sakit

1805
×

Memprihatinkan, Nenek Tua ini Hidup Sebatang Kara dengan Kondisi Sakit

Sebarkan artikel ini

MMN, CIANJUR – Miris, seorang nenek tua renta bernama Asih (70) warga Kampung Kadusirna, RT 03/01, Desa Nagasari, Kecamatan Leles, Cianjur Selatan, Jawa Barat, hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk reyot dengan kondisi yang memprihatinkan.

Pantauan dilokasi, nenek Asih menempati gubuk berukuran 2×3 meter dengan kondisi dinding yang rusak dan lapuk juga tanpa penerangan cahaya listrik. Jika musim hujan tiba, atap gubuk bocor dimana-mana sehingga menambah penderitaan nenek Asih.

Ironisnya, sudah puluhan tahun nenek Asih menempati gubuk yang tidak layak huni dengan kondisinya yang memperihatinkan dan hingga saat ini belum juga ada bantuan dan perhatian dari pemerintah.

Dalam kesehariannya nenek Asih hanya bisa berbaring dan merangkak karena sakit yang dideritanya. Untuk bertahan hidup nenek Asih hanya mendapat dan menanti pemberian dari tetangganya walau hanya alakadar nya, yang penting bisa makan dan minum untuk kelangsungan hidupnya.

Informasi yang didapat MMN,nenek Asih memiliki seorang anak perempuan yang kini sedang diperantauan bekerja jadi kuli berjuang untuk membiayai dirinya juga ibu tercintanya.

Ilham Hendrayana (34) tokoh pemuda setempat menyampaikan, kondisi nenek Asih sudah hampir 4,5 tahun sakit dan sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah.

“Keberadaan dan kondisi nenek Asih sudah pernah disampaikan ke pemerintah desa, namun hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya.Padahal nenek Asih sangat memerlukan bahtuan,” terang Ilham kepada MMN, Kamis (20/6/2019).

Lanjut Ilham, untuk sementara kebutuhan makan dan minum nenek Asih dibantu oleh warga secara swadaya dan gotong royong.

“Semoga saja pemerintah dapat segera memberikan bantuan mengingat kondisi nenek Asih yang sangat memprihatinkan,” harapnya.

Hal sama dikatakan Aris (27), bahwa kondisi nenek Asih sering sakit sakitan karena faktor usia. Kalau untuk tanah yang ditempatinya merupakan peninggalan suaminya dulu.

“Kondisi bangunan rumahnya tidak layak huni dan tidak adanya listrik. Harapan kami semoga ada yang terketuk hatinya dengan apa yang dialami nenek Asih ini,” pungkasnya.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *