PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Hidup Sebatang Kara, Nenek di Cianjur Kondisinya Memprihatinkan

499
×

Hidup Sebatang Kara, Nenek di Cianjur Kondisinya Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Nenek Utin (78) hanya bisa pasrah dengan keadaan dan kondisinya saat ini. Untuk memenuhi kebutuhannya, nenek yang hidup sebatang kara itu hanya kerja serabutan dan mendapat belas kasihan dari para tetangganya.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Ironisnya, nenek yang tergolong keluarga kurang mampu lepas dari perhatian pemerintah.

Di usia yang sudah lansia itu, nenek yang tinggal di Kampung Cijambe RT 003/002, Desa Sukaraja, Kecamatan Kadupandak, Cianjur Selatan,Jawa Barat, tinggal digubuk reyot tanpa penerangan cahaya listrik.

Imam Kimpe (42) tokoh Pemuda Kadupandak mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi nenek Utin yang hidup hanya sebatang kara. Lebih memprihatinkan lagi jika turun hujan, atap rumahnya banyak yang bocor.

“Kasihan kondisi nenek Utin sudah hidup sebatang kara, dia juga menempati rumah yang tidak layak huni,” katanya.

Imam melanjutkan, di musim penghujan seperti sekarang ini tak jarang rumah nenek utin kebanjiran sebab atap gentengnya banyak yang bocor.

“Nenek Utin kerap menangis. Untuk saat ini hanya tetangga terdekatlah yang menjadi teman penghibur dikala kesedihannya,” ujarnya.

Sementara itu, Dedih (54) selaku Ketua RT 003 berharap nenek Utin dapat bantuan dan perhatian dari pemerintah.

“Hamdallah untuk raskin nenek Utin dapat bantuan dari pemerintah desa. Selebihnya untuk kebutuhan sehari hari dari tetangganya,” terangnya.

Lebih dari itu, “kami berharap semoga nenek Utin mendapat bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat,” tandasnya.(Jay)

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *