SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Nenek Tinggal Digubuk Nyaris Ambruk, Ini Kata Dinsos dan Muspika Gekbrong

81
×

Nenek Tinggal Digubuk Nyaris Ambruk, Ini Kata Dinsos dan Muspika Gekbrong

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Pihak Kecamatan Gekbrong Muspika dan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Jawa Barat angkat bicara menanggapi kondisi Mak Aab (72) seorang nenek pemulung padi yang rumahnya nyaris ambruk.

“Kami sudah usulkan ke Disperkimtan Cianjur, dan telah berkoordinasi,” kata Camat Gekbrong, Pujo Nugroho, saat dihubungi MetroMediaNews.co, Kamis (27/8/2020) lalu.

Camat Gekbrong menjelaskan, semua rutilahu udah diusulkan ke dinas terkait. Dan, yang bersangkutan (Mak Aab) sudah mendapat program bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD).

“Bahkan, itu sebelumnya juga minta bantuan ke salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Sementara, Sekertariat Dinas (Sekdis) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, Didin mengatakan, mengenai kodisi nenek seorang pemulung padi tersebut sudah berkoordinasi dan akan ditindaklanjuti pada intinya.

Pastinya akan membantu sesuai kemampuan dan telah koordinasikan dengan pihak kecamatan juga. Bagaimana caranya supaya bisa dibantu, dan diprioritaskan terlebih dahulu.

“Nah, pihak kecamatan telah mengusulkan rutilahu ke Disperkimtan Cianjur. Mudah-mudahan bisa secepat dibantu dan rumahnya cepat dibangun,” ucapnya.

Kondisi rumah nenek, sudah terlihat miring, dan nyaris ambruk. Kini, mulai menemukan titik terang, pemerintah melalui dinas terkait dan kecamatan bergerak. Karena, melihat kehidupan sehari-hari hanya mengandalkan hidup jadi pemulung padi, di sawah orang lain (ngeprik urut ngagebuk pare di sawah batur).

Editor: Dedy Rahman
Penulis: M/Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *