Kepada Kapolri, tambah Lalengke, ia berharap kiranya dapat mengevaluasi kinerja bawahannya secara terus-menerus. Jika tidak bisa diharapkan menjalankan tugas kepolisian dengan baik, tidak dapat melayani, melindungi, mengayomi, dan menolong warga, serta menegakkan hukum, sebaiknya anggota tersebut dinon-aktifkan saja.
“Rugi rakyat di negara ini membiayai para oknum polisi seperti itu, namun mereka tidak becus dalam melaksanakan tugasnya. Beberapa waktu lalu Kapolri mengatakan bahwa jika pimpinan tidak bisa mengatur bawahannya, maka sang pimpinan akan segera dicopot. Warga berharap, itu bukan janji kosong belaka seorang Kapolri,” pungkas lulusan pasca sarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht, Belanda, dan Universitas Linkoping, Swedia ini. (APL/Red)















