Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini membuat masyarakat harus semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.
Ia menegaskan, wartawan profesional harus bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Pers memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan,” katanya.
Sementara itu, seminar berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai tantangan dunia pers di tengah era digital, pentingnya verifikasi informasi, hingga membangun budaya literasi media yang sehat di lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam menciptakan masyarakat yang lebih kritis, cerdas dan bijak dalam menggunakan media informasi.
(red/dedy)















