MetroMediaNews.co – Puluhan Pedagang dari Aliansi Pedagang Simpang Jodoh (APSJ) Desa Bandar Kliffa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggelar unjuk rasa didepan kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (15/11/2019) sekira pukul 11.30 WIB.
Demo ini sebagai bentuk protes dengan rencana pemda untuk melakukan penggusuran pedagang di sekitar Kawasan Jalan Simpang Jodoh Pasar 7.
Pada orasinya para pedagang menolak rencana Camat Percut Sei Tuan dengan dalih program jangka panjang pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang akan melakukan pengusuran terhadap kios – kios pedagang yang berada di sepanjang jalan Simpang Jodoh Desa Bandar Klippa, karena akan dilakukan pelebaran jalan.
“Kios-kios para pedagang tersebut berdiri bukan di atas badan jalan atau memakai fasilitas umum, tentu program tersebut tersebut merugikan para pedagang dan dapat melemahkan ekonomi para pedagang yang juga merupakan masyarakat Percut Sei Tuan,” ujar pedagang dalam orasinya.
Setelah melakukan orasi selama lebih kurang 30 menit di depan pintu gerbang kantor Bupati Deli Serdang,
para pedagang pengunjuk rasa di terima oleh Kasad Pol PP Deli Serdang Suryadi Aritonang, didampingi Camat Percut Sei Tuan Drs Khairul Azman. Sekitar sembilan perwakilan pedagang dibawa masuk untuk menampung aspirasi di ruang rapat staf ahli.
Di hadapan para pedagang,Kasad Pol PP Deli Serdang Suryadi Aritonang menegaskan, rencana pelebaran parit tersebut tak bisa ditunda lagi karena sudah akan dikerjakan minggu depan.
“Kita minta para pedagang ikut mendukung program pemerintah di bidang pembangunan. Kalau soal solusi, nanti akan kita bicaran lebih lanjut,” ucap Suryadi.
Pada pertemuan itu, Sukadi Kagan mengatakan camat tidak bisa melakukan penertiban begitu saja tanpa melihat dampaknya kepada pedagang.
“Kita harus duduk bersama menyelesaikan masalah ini dan kalau pedagang digusur kan dampaknya bisa luas,” kata Sukadi.
Sementara itu di hadapan pedagang Camat Khairul Azman menjelaskan, pelebaran parit dan jalan di sepanjang Simpang Jodoh sudah lama menjadi program Pemkab Deli Serdang. Sebab, selama ini parit yang ada tidak sanggup menampung debit air jika terjadi hujan deras. Belum lagi ada pedagang yang menutup parit tersebut.
“Kalau parit tidak dilebarkan sudah tentu banjir tak bisa kita tanggulangi jika terjadi hujan deras. Pelebaran parit juga untuk memperindah Kota Percut Sei Tuan,” papar Khairul.
Dijelaskan Khairul, sebenarnya ia sudah mensosialisasikan penggusuran itu kepada pedagang. Termasuk mengundang pedagang ke kantor camat.
Khairul juga membantah jika ia tak pernah melakukan sosialisasi. Katanya, untuk membangun pelebaran parit maupun pelebaran jalan, bukan program atau pun menggunakan dana dari pihak kecamatan, tapi merupakan program atau dana Pemkab Deli Serdang.
Ia juga mendata pedagang yang berjualan di Simpang Jodoh setelah didata ternyata lebih banyak yang menyewa dilahan eks HGU tersebut kepada salah satu koperasi.
Usai mendapat penjelasan,dari Kasad Pol PP Deli Serdang Suryadi Aritonang, beserta Camat Percut Sei Tuan Drs Khairul Azman MAP, para pengunjuk rasa kembali dengan damai dan tertib.
Editor: Red
Penulis: Zuni















