PEMALANG – Jalan-jalan ke Pemalang, Jawa Tengah, rasanya tidak lengkap jika hanya menikmati pemandangan alamnya saja. Ada satu hal wajib yang harus dilakukan para pelancong: berburu kuliner legendaris.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Bagi warga lokal, muncul pameo yang menyebut, Anda belum dikatakan sampai di Pemalang, jika belum mencicipi Kue Kamir Bojongbata.
Menginjakkan kaki di kawasan sekitar Pasar Bojongbata, Kecamatan Pemalang Kota, hidung Anda akan langsung dimanjakan dengan aroma harum mentega dan adonan yang dipanggang.
Di sinilah pusat surganya Kue Kamir, sebuah kudapan manis peninggalan budaya Arab yang telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Pemalang.
Bentuknya sekilas mirip dengan kue apem atau dorayaki namun dengan tekstur yang lebih padat, tebal, dan berwarna cokelat menggugah selera. Bahan dasarnya terbuat dari perpaduan adonan terigu, mentega, telur, dan sentuhan tape singkong yang difermentasi sehingga menghasilkan cita rasa unik perpaduan gurih dan manis.
Proses memasaknya yang tradisional di atas wajan khusus membuat bagian luar kue ini memiliki sedikit karamelisasi, sementara bagian dalamnya sangat lembut.
Salah satu penjual yang legendaris di kawasan ini adalah lapak milik Anto di atas jembatan Pasar Bojongbata. Saban hari sejak pagi buta, kepulan asap dari pemanggangan kuenya tak pernah sepi dari antrean pembeli.
“Kue Kamir ini paling dicari untuk sarapan maupun sebagai oleh-oleh bagi pemudik yang melintas jalur Pantura,” ungkap Anto,saat ditemui,pada Kamis ( 9/7/26 ).
Soal harga, Anda tidak perlu khawatir merogoh kocek dalam-dalam. Camilan otentik ini dibanderol sangat terjangkau, biasanya dipatok dengan harga Rp2.000 saja per bijinya, Variasi rasanya pun kini semakin beragam, mulai dari original, cokelat, hingga rasa stroberi, namun varian original tape tetap menjadi primadona yang paling diburu.















