SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
DaerahKab. PemalangKuliner

Serbuan Pagi di Pasar Bojongbata, Saat Getuk, Ketan dan Klepon Jadi Rebutan Warga

124
×

Serbuan Pagi di Pasar Bojongbata, Saat Getuk, Ketan dan Klepon Jadi Rebutan Warga

Sebarkan artikel ini
1001313474-1
Antrian pembeli makanan tradisional di pasar Bojongbata.( Foto: Ragil)

PEMALANGMatahari baru saja merangkak naik, namun hiruk-pikuk kesibukan telah memenuhi sudut Pasar Bojongbata, Kecamatan Pemalang. Bukan hanya ibu-ibu yang sibuk menawar sayuran.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Puluhan warga terlihat memadati deretan lapak pedagang jajanan tradisional demi memburu kudapan legendaris: getuk, ketan, dan klepon.

Pemandangan ini seolah menjadi rutinitas wajib setiap pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, aroma wangi kelapa parut dan manisnya gula jawa menguar di udara, menyambut siapa saja yang datang.

Para pemburu kuliner pagi ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai kantoran yang mencari sarapan, hingga orang tua yang ingin bernostalgia dengan jajanan masa kecil.

Lapak Atun, salah satu penjual legendaris di area pasar, menjadi magnet utama. Dalam waktu kurang dari dua jam, puluhan porsi jajanan pasar ludes tak tersisa.

“Alhamdulillah, jam tujuh pagi biasanya sudah hampir habis. Banyak yang beli untuk sarapan di kantor atau bekal sekolah anak,” ungkap Atun sambil cekatan membungkus pesanan,Rabu (8/7/2026).

Daya tarik utama jajanan ini terletak pada cita rasanya yang otentik dan harga yang sangat ramah di kantong. Seporsi klepon yang kenyal dengan lelehan gula merah di dalamnya, getuk lindri yang lembut, serta ketan gurih bertabur serundeng rata-rata dibanderol mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 saja.

Uut ( 30 ) salah seorang pembeli jajanan tradisional mengaku,bahwa dirinya mewajibkan menu sarapan paginya dengan teh hangat dan getuk atau ketan,

“Kaya ada yang kurang jika sarapan pagi ngga ada teh hangat dan ketan atau getuk,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *