PEMALANG – Siapa bilang cireng cuma bulat atau pipih biasa? Di tangan Rustono (70), seorang pegiat kuliner lokal di Pemalang, jajanan sederhana berbahan dasar aci (tepung tapioka) ini berubah menjadi karya seni yang menggemaskan.
Mulai dari bentuk kepiting, ikan hingga buaya, cireng karakter buatan Rustono sukses menarik perhatian pembeli dari berbagai usia. Tak hanya lezat disantap, tampilannya yang unik juga membuat banyak orang tak tega langsung menggigitnya.
Rustono mengaku telah berjualan cireng karakter sejak tahun 1989. Selama puluhan tahun, ia tetap setia mempertahankan jajanan tradisional ini dengan sentuhan kreativitas yang membuatnya berbeda dari cireng pada umumnya.
“Proses pembuatannya memang membutuhkan ketelitian. Adonan aci dibentuk satu per satu menjadi karakter hewan, kemudian digoreng hati-hati supaya bentuknya tetap utuh,” ujarnya saat ditemui, Minggu (21/6).
Dari bahan sederhana, lahirlah camilan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan pengalaman makan yang menyenangkan. Tak heran jika lapak cireng karakter milik Rustono selalu menjadi incaran para pemburu jajanan tradisional.
Jajanan Jadul yang Tetap Digemari
Menariknya, penggemar cireng karakter tidak hanya anak-anak. Banyak orang dewasa sengaja datang untuk bernostalgia mengenang masa kecil mereka.
“Saya sengaja datang bersama anak. Sekalian mengenalkan jajanan yang dulu sering saya beli waktu masih SD,” kata Anggi, warga Kelurahan Pulutan.
Rasa gurih khas aci yang dipadukan dengan bumbu rempah sederhana membuat cireng karakter ini tetap memiliki cita rasa yang akrab di lidah. Sensasi renyah di luar dan kenyal di dalam menjadi alasan mengapa jajanan ini masih bertahan hingga sekarang.















