HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
BisnisHOMEKota TegalPerdaganganPeristiwa

Pemadaman Listrik Bergilir di Tegal, Pedagang Ikan Hias Rugi Jutaan Rupiah Akibat Ribuan Ikan Mati

317
×

Pemadaman Listrik Bergilir di Tegal, Pedagang Ikan Hias Rugi Jutaan Rupiah Akibat Ribuan Ikan Mati

Sebarkan artikel ini
Salah seorang pedagang ikan hias di kawasan Jalan Arjuna, Slawi, Ahmad Fauzi, mengaku kehilangan ratusan ekor ikan hias jenis guppy dan molly akibat pemadaman listrik. (Poto: Kuncoro)

KOTA TEGAL – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya dalam sepekan terakhir membawa dampak serius bagi para pedagang ikan hias. Selain menurunkan omzet penjualan, kondisi tersebut menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar akibat terganggunya sistem aerasi dan filtrasi pada akuarium.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Para pedagang mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena ikan-ikan yang dipelihara tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup saat listrik padam selama berjam-jam.

Salah seorang pedagang ikan hias di kawasan Jalan Arjuna, Slawi, Ahmad Fauzi, mengaku kehilangan ratusan ekor ikan hias jenis guppy dan molly akibat pemadaman listrik yang berlangsung antara empat hingga enam jam.

“Listrik mati 4 sampai 6 jam. Aerator mati, ikan kekurangan oksigen. Sekali mati bisa puluhan ekor,” keluh Ahmad saat ditemui, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, keberadaan listrik sangat vital dalam usaha ikan hias. Aerator berfungsi menjaga kadar oksigen di dalam air, sementara filter membantu menjaga kualitas air tetap stabil. Ketika keduanya berhenti bekerja, ikan menjadi stres dan berisiko mati dalam waktu singkat, terutama untuk jenis ikan yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Omzet Turun Hingga 70 Persen

Keluhan serupa disampaikan Abdillah, pedagang ikan hias di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal. Ia mengaku terpaksa mengurangi stok dan menunda pengiriman ikan dari pemasok karena khawatir mengalami kerugian yang lebih besar.

“Kalau listrik tidak jelas, tidak berani ambil banyak. Takut mati di tempat. Omzet turun sampai 70 persen,” ujarnya.

Selain berdampak pada kematian ikan, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali juga menyebabkan kerusakan sejumlah peralatan pendukung usaha. Beberapa pedagang mengaku pompa air, lampu akuarium, hingga sistem filter mengalami gangguan akibat kondisi listrik yang sering mati dan menyala secara mendadak.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *