Situasi tersebut membuat para pelaku usaha ikan hias harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan maupun penggantian peralatan yang rusak.
Pedagang Minta Kepastian Jadwal Pemadaman
Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Hias Kota Tegal, Bambang Setiawan, meminta pihak PLN memberikan informasi yang jelas dan terjadwal terkait pemadaman listrik agar para pelaku usaha dapat melakukan langkah antisipasi.
“Kalau ada jadwal yang jelas, kami bisa antisipasi dengan menggunakan genset atau aerator baterai. Kalau mendadak seperti ini, kami yang menanggung kerugian,” tegas Bambang.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi yang dialami para pedagang ikan hias. Menurutnya, bantuan berupa genset berkapasitas kecil atau dukungan peralatan cadangan listrik dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di sektor perikanan hias.
Hingga saat ini, para pedagang masih berupaya bertahan dengan mengurangi jumlah dan jenis ikan yang dijual sambil menunggu kondisi pasokan listrik kembali normal. Mereka berharap pemadaman bergilir segera berakhir agar aktivitas usaha dapat berjalan seperti biasa dan kerugian tidak semakin membesar.
Penulis: Kuncoro Wijayanto















