SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
BisnisHOMEKota TegalPerdaganganPeristiwa

Pemadaman Listrik Bergilir di Tegal, Pedagang Ikan Hias Rugi Jutaan Rupiah Akibat Ribuan Ikan Mati

149
×

Pemadaman Listrik Bergilir di Tegal, Pedagang Ikan Hias Rugi Jutaan Rupiah Akibat Ribuan Ikan Mati

Sebarkan artikel ini
Salah seorang pedagang ikan hias di kawasan Jalan Arjuna, Slawi, Ahmad Fauzi, mengaku kehilangan ratusan ekor ikan hias jenis guppy dan molly akibat pemadaman listrik. (Poto: Kuncoro)

Situasi tersebut membuat para pelaku usaha ikan hias harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan maupun penggantian peralatan yang rusak.

Pedagang Minta Kepastian Jadwal Pemadaman

Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Hias Kota Tegal, Bambang Setiawan, meminta pihak PLN memberikan informasi yang jelas dan terjadwal terkait pemadaman listrik agar para pelaku usaha dapat melakukan langkah antisipasi.

“Kalau ada jadwal yang jelas, kami bisa antisipasi dengan menggunakan genset atau aerator baterai. Kalau mendadak seperti ini, kami yang menanggung kerugian,” tegas Bambang.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi yang dialami para pedagang ikan hias. Menurutnya, bantuan berupa genset berkapasitas kecil atau dukungan peralatan cadangan listrik dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di sektor perikanan hias.

Hingga saat ini, para pedagang masih berupaya bertahan dengan mengurangi jumlah dan jenis ikan yang dijual sambil menunggu kondisi pasokan listrik kembali normal. Mereka berharap pemadaman bergilir segera berakhir agar aktivitas usaha dapat berjalan seperti biasa dan kerugian tidak semakin membesar.

Penulis: Kuncoro Wijayanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *