SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
DaerahKab. PemalangKemanusian

Potret Pilu Jalanan, Bocah Pengemis Mematung Saat Tak Diberi Uang di Kafe Pemalang

147
×

Potret Pilu Jalanan, Bocah Pengemis Mematung Saat Tak Diberi Uang di Kafe Pemalang

Sebarkan artikel ini
Seorang anak kecil yang diduga masih berusia sekolah dasar terlihat berdiri mematung di depan meja pelanggan sambil menadahkan gelas plastik bekas minuman untuk meminta uang. (Poto: Ragil)

PEMALANG – Sebuah pemandangan yang mengundang keprihatinan terjadi di salah satu kafe yang berada di kawasan supermarket di Jalan Jenderal Sudirman Timur, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (20/6) petang. Seorang anak kecil yang diduga masih berusia sekolah dasar terlihat berdiri mematung di depan meja pelanggan sambil menadahkan gelas plastik bekas minuman untuk meminta uang.

Di tengah ramainya aktivitas pengunjung yang menikmati waktu santai bersama keluarga maupun rekan kerja, kehadiran bocah tersebut seolah menjadi potret lain kehidupan perkotaan yang jarang mendapat perhatian. Dengan pakaian sederhana dan wajah yang tampak kusam, ia mendekati sejumlah meja pelanggan secara bergantian dengan harapan mendapatkan sedikit bantuan.

Pada salah satu meja, seorang pria dewasa tampak sibuk memainkan telepon genggamnya sambil sesekali menyeruput kopi. Meski anak tersebut berdiri cukup dekat dan menunggu beberapa saat, tidak ada respons yang diberikan. Pria itu tetap fokus pada layar ponselnya tanpa menoleh ke arah bocah yang berada di hadapannya.

Anak kecil tersebut bertahan beberapa menit di lokasi yang sama. Ia sesekali menatap wajah pengunjung yang sedang duduk di meja tersebut, berharap mendapat perhatian. Namun hingga akhirnya ia memilih berbalik arah dan meninggalkan area kafe dengan langkah pelan menuju halaman depan supermarket yang ramai oleh kendaraan dan pejalan kaki.

Pemandangan itu menjadi gambaran nyata tentang kehidupan sebagian anak yang masih harus berada di jalanan untuk mencari belas kasihan dari orang lain. Di saat anak-anak seusianya menikmati waktu bermain atau belajar, sebagian lainnya justru harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *