Pengunjung Mengaku Iba dan Memberikan Bantuan
Tidak lama setelah meninggalkan meja sebelumnya, bocah tersebut kembali menghampiri meja lain yang ditempati Riska (20), warga Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, bersama dua orang temannya.
Berbeda dengan pengunjung yang sebelumnya didatangi, Riska dan kedua temannya mengaku langsung merasa iba ketika melihat anak tersebut datang meminta bantuan. Tanpa berpikir panjang, mereka memberikan sejumlah uang dan makanan yang kebetulan sedang dibawa.
“Kami refleks saja karena kasihan melihat anak kecil meminta-minta di jalanan. Mestinya dia bermain dengan teman-temannya. Kami tidak tahu kondisi sebenarnya seperti apa, tetapi melihatnya membuat kami merasa iba, jadi kami kasih uang dan kue yang kami bawa,” ujar Riska kepada MNN.co, Sabtu (20/6) malam.
Menurutnya, keberadaan anak-anak yang mengemis di kawasan pusat perbelanjaan maupun tempat makan masih cukup sering ditemui. Kondisi tersebut kerap menimbulkan dilema bagi masyarakat antara rasa kemanusiaan dan aturan yang melarang pemberian uang kepada pengemis di ruang publik tertentu.
Fenomena anak jalanan dan pengemis anak hingga kini masih menjadi persoalan sosial yang membutuhkan perhatian berbagai pihak. Selain menyangkut faktor ekonomi keluarga, kondisi tersebut juga berkaitan dengan perlindungan hak anak, pendidikan, serta lingkungan sosial yang layak.
Peristiwa yang terjadi di salah satu kafe di Pemalang ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk aktivitas masyarakat, masih ada anak-anak yang menghabiskan waktunya di jalanan untuk mengharapkan uluran tangan orang lain. Mereka bukan sekadar bagian dari pemandangan kota, melainkan potret nyata persoalan sosial yang membutuhkan solusi bersama.















