HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
CianjurHOME

Dirjend Perikanan Budidaya KKP: Pandemi Covid-19 Budidaya Udang Vaname Bantu Lapangan Kerja dan Perekonomian

168
×

Dirjend Perikanan Budidaya KKP: Pandemi Covid-19 Budidaya Udang Vaname Bantu Lapangan Kerja dan Perekonomian

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP meninjau lokasi tambak udang vaname di kecamatan Cidaun, kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu, 18 September 2021. Acara tersebut dalam rangka panen udang vaname parsial siklus II klaster budidaya udang vaname.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Kunjungan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP hadir dari jajaran staf Kementerian KKP, Kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Forum Kordinsai Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidaun, Asper BKPH Sindangbarang, kepala desa kertajadi, ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mandiri.

TB Haeru Rahayu Direktur jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP menjelaskan, kunjungan ke tambak udang vaname Cidaun Kabupaten Cianjur untuk melihat sekaligus meninjau panen udang parsial Siklus II klaster budidaya udang vaname program dari pemerintah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Pertama kedatangan kami beserta jajaran dari Kementerian KKP ingin bersilaturahmi dengan warga kecamatan Cidaun. Kedua kami ingin melihat langsung bagaimana kelanjutannya program pemerintah terkait tambak udang vaname yang sudah diberikan kepada warga masyarakat, apakah berjalan atau tidak ternyata berjalan dan hasilnya memuaskan,” ujarnya, Sabtu (18/9/2021).

Masih terang Dirjend KKP, selanjutnya perlu kami sampaikan kepada warga masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempunyai Program terobosan tentang perikanan budidaya.

“Yang pertama adalah pengembangan budidaya yang berbasis ekspor, kedua pembangunan Kampung budidaya ikan vatin untuk membantu perekonomian warga masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, budidaya tambak udang vaname ini secara tidak langsung dimasa Pandemi Covid-19 seperti sekarang sangat membantu dalam segi perekonomian warga masyarakat sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

“Coba bayangkan ini baru panen parsial artinya belum panen raya keseluruhan hasil nya sudah memuaskan, tadi kita lihat sudah mencapai 5 ton hasilkan udang vaname,” tuturnya.

Dirjend KKP menegaskan, terkait soal ekologi, kedepan mari kita selalu konsen terhadap segi ekologi kenapa karena ekonomi itu pasti akan menggeliat dibandingkan ekologi. Jadi KKP itu punya dua sisi yang tidak bisa dipisahkan.

Pertama kita harus fokus terhadap ekologi agar anak cucu kita memgetahui arti ekologi, tetapi kalau hanya segi ekologi saja tidak mencolek perekonomian maka kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai.

“Jadi dua sisi ini kita coba samakan, padukan dan selaraskan. supaya Ekologi nya tetap terjamin dan ekonomi nya juga tetap menggeliat, sehingga kesejahteraan masyarakat akan tetap terjamin,” tegas Tb Haeru Rahayu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP.

Dirjend KKP menambahkan, tadi kita juga lihat ternyata ipalnya sudah ada dan saya minta kedepan untuk lebih ditingkatkan, misalnya volumenya yang tadinya sekala 7 atau 8 bahkan 9 atau lebih, bila perlu kalau bisa ditambahkan lagi konservasinya misalnya ditanami rumput laut supaya air ini apabila dilepas ke laut tidak mencemar itu pesan dasarnya.

“Dan perlu diketahui pakan udang ini memakai pakan tepung ikan buatan saya lihat pakan ikan buatan ini masih impor dan harapan saya kedepan nya tidak terlalu banyak untuk mengunakan pakan tepung ikan buatan, kalau misalnya mau jadi udang sekilo paling mengunakan pakan ikan sedikit dan saat ini masih bisa terkendalikan dengan baik. Tolong sama rekan rekan media disampikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Jay)

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *