MMN.co, Cianjur – Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka, Cianjur, Dr Tito menjelaskan bahwa adanya berita bohong (Hoak) dan akses lingkungan menjadi kendala untuk masyarakat melakukan vaksin. Dengan berita hoak bagi masyarakat desa sangat besar pengaruhnya, kabar berita hoak yang diterima masyarakat menjadikan rasa takut, mereka menganggap bahwa paksin Covid 19 efeknya merugikan kesehatan serta akan membawa kematian, hal itulah yang berkembang di masyarakat khususnya di pedesaan.
“Kami harus bisa menyiasati agar masyarakat mau pergi untuk di vaksin. Kami tak henti-hentinya melakukan Sosialisasi pentingnya untuk di vaksin, terutama untuk para lansia. Berita hoax yang diterima masyarakat terhadap efek vaksin sangat besar pengaruhnya sehingga masyarakat jadi enggan untuk di vaksin,” ujar Dr Tito.
Ia menjelaskan, efek kematian menjadi momok bagi masyarakat, padahal semua itu adalah bohong alias hoax. Selain itu, akses lingkungan juga mempengaruhi jarak desa sebagai tempat di vaksin dengan tempat tinggal masyarakat jaraknya jauh.
Seperti kita ketahui wilayah Cianjur Selatan adalah daerah lipatan atau daerah pegunungan, dimana tempat tinggal masyarakatnya terpisah-pisah beda dengan di perkotaan.
“Untuk wilayah kecamatan Campaka target sasaran vaksin lansia sebanyak 5762 orang, tapi yang sudah melakukan vaksin baru 127 orang (konfirmasi 31 Mei 2021), dengan adanya jarak yang sangat jauh antara sasaran yang sudah di targetkan dengan yang sudah melakukan ini. Begitu besar pengaruh berita bohong bagi masyarakat dan ini adalah tantangan bagi kami untuk bagaimana cara mengajak masyarakat agar mau melakukan vaksin,” kata Dr Tito yang juga sebagai kordinator vaksinator kecamatan.
Selanjutnya, Dr Tito mengajak pada masyarakat terkait pentingnya melakukan vaksin terutama bagi lansia yang sekarang lagi dijalankan programnya yaitu vaksinasi lanjut usia (lansia).
“Melaksanakan vaksin adalah sangat penting bagi diri sendiri serta orang lain. Vaksin adalah cara mencegah rantai penularan Covid-19. Dengan melakukan vaksin tubuh akan kebal dari Covid, tidak sedikit orang terserang Covid-19 tanpa gejala. Ini yang paling bahaya, orang tanpa gejala akan tetap merasa sehat, orang yang tanpa gejala bisa caril (pelantara) Covid+19 ke yang lain,” ucapnya.
Diakhir Dr Tito menghimbau pada masyarakat agar jangan percaya pada berita hoak. Masyarakat harus bisa membedakan mana berita hoak dengan berita nyata.
“Berita hoak itu sumber berita tak jelas, hoak itu dibuat orang tak bertanggung jawab, mereka membuat berita hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu tujuannya membuat kekacauan. Dengar dan baca berita dari sumber yang pasti, dengarkan dan turuti himbauan pemerintah,” imbaunya.
(Dk)















