SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
BeritaJawa TengahKab. Pemalang

Jelang Iduladha, Perajin Arang Kayu di Pemalang Kebanjiran Pesanan

119
×

Jelang Iduladha, Perajin Arang Kayu di Pemalang Kebanjiran Pesanan

Sebarkan artikel ini
Perajin Arang Kayu di Pemalang Kebanjiran Pesanan. (Poto: Ragil)

Dari beberapa jenis kayu tersebut, kayu mangga menjadi bahan baku yang paling sering digunakan. Selain mudah ditemukan, kayu mangga dinilai mampu menghasilkan arang dengan panas yang stabil sehingga banyak disukai pelanggan.

Menariknya, Tasripin tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli bahan baku. Ia biasanya memanfaatkan kayu bekas tebangan milik warga yang diberikan secara cuma-cuma. Kayu-kayu tersebut kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi arang siap jual.

“Saya tidak pakai batok kelapa karena harus beli. Kalau kayu, biasanya saya dapat gratis dari orang yang nebang pohon,” katanya sambil tersenyum.

Diburu Pedagang Kuliner

Meningkatnya permintaan arang kayu menjelang Iduladha disebut tidak lepas dari tradisi masyarakat yang banyak mengolah makanan berbahan bakar arang saat hari raya. Selain digunakan untuk membakar sate kurban, arang kayu juga banyak dipakai oleh pedagang kuliner yang mengalami peningkatan penjualan selama musim Iduladha.

Salah satu pelanggan setia Tasripin, Yanto (45), mengaku sudah lama menggunakan arang kayu buatan Tasripin untuk kebutuhan warung ayam bakarnya. Ia menilai kualitas arang yang dihasilkan lebih baik dibanding arang lain yang banyak dijual di pasaran.

“Arangnya bagus, bara apinya awet dan panasnya merata. Cocok banget buat membakar ayam,” ungkap Yanto.

Menurut Yanto, kualitas bara api sangat berpengaruh terhadap hasil masakan, terutama untuk usaha ayam bakar yang membutuhkan panas stabil agar daging matang sempurna tanpa cepat gosong. Karena itu, ia rutin membeli arang setiap tiga hingga empat hari sekali.

Di tengah semakin berkurangnya jumlah perajin arang tradisional di Pemalang, usaha Tasripin menjadi salah satu yang masih bertahan hingga sekarang. Meski proses pembuatannya cukup berat dan membutuhkan waktu lama, permintaan pasar yang tetap stabil membuat usaha tersebut masih memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *