CianjurHOME

Kades Cidamar: Tuduhan Saya Korupsi dan Arogansi itu Tidak Benar

760
×

Kades Cidamar: Tuduhan Saya Korupsi dan Arogansi itu Tidak Benar

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Warga masyarakat Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar audiensi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Cidamar yang dilaksanakan dikantor Kecamatan Cidaun, pada Senin, 27 September 2021.

Adapun tujuan audensi itu adalah untuk menuntut Kepala Desa berserta perangkat desa untuk merubah sikap arogansi dalam hal pelayanan publik dan minta transparansi dalam mengelola anggaran.

Menurut Kepala Desa Cidamar, Maman Sukarman, tuduhan terhadap dirinya bahwa adanya penyimpangan anggaran juga sikap arogansi perangkat dan dirinya itu semuanya tidak benar, itu fitnah belaka.

“Buktikan kalau memang saya dan perangkat desa melakukan arogansi. Siapa korban nya yang mengalami intimidasi oleh saya juga oleh perangkat desa?. Jadi jangan mengiring opini yang lain lain karena hanya ada masalah unsur pribadi sehingga menjadi bumerang ke pemerintah desa,” ujar Maman, Senin (27/9/2021).

Masih terang Maman, dia bukan anti kritik tapi kalau misalnya ada dugaan sekelompok orang warga masyarakat yang mau menyebarkan surat untuk tanda tangan dengan alasan mau menggulingkan diri saya dari jabatan kepala desa yang sah hasil pemilihan, masa saya harus diam saja wajar kan kalau saya menelusuri dan menanyakan untuk mencari tau.

“Saya datang bersama dengan Babinsa untuk menayakan kepada salah seorang warga kebenaran kabar tersebut, tapi pas saya datang dia duduk diatas kursi dengan kaki diatas saya tidak marah ada kok saksi nya, malah saya dituduh arogansi dan mengintimidasi,” terangnya.

Menurut Maman, jabatan kepala desa memang jabatan politik, ia siap dengan konsekuensi nya kalau memang dirinya salah akan terima dan tidak akan berkelit, biar masyarakat sendiri yang menilai nya mana yang benar mana yang salah.

“Terkait adanya postingan yang menyebarkan dimedia sosial Facebook dengan mengunakan akun akun bodong menuduh diri saya menghabiskan dana Bumdes, akan saya laporkan ke pihak yang berwajib karena ini merupakan pencemaran nama baik diri saya,” tuturnya.

Maman menegaskan, perlu diketahui pada saat bumdes berdiri saya belum menjabat kepala desa, bahkan saya dituduh menerima uang bantuan dari Provinsi Rp100 juta, mendapat uang bantuan dana desa (DD) Rp45 juta, padahal saya belum menjabat kepala desa.

“Menurut padangan mereka itu karena saya pendatang, karana saya tamu sehingga ada anggapan jangan mengobok-obok tempat saya. Siapa yang mau menerima kalau diperlakukan seperti itu dianggap saya tamu padahal saya di Desa Cidamar itu sudah hampir 30 tahun dan tidak pernah membeda bedakan,” tegasnya.

Maman membeberkan, kalau perlu jujur saya ceritakan dengan adanya kejadian ini berawal adanya masalah pribadi semua, seperti contoh nya ada yang menggugat tanah, ada yang merasa dicoret dari penerima BLTnya, ada yang diberhentikan dari pengurus Bumdes, termasuk yang terbaru ada pembangunan proyek yang nilainya besar ada dugaan karena tidak di ikut sertakan sehingga jadi masalah seperti sekarang ini.

“Padahal saya sudah berkali-kali meminta maaf kalau memang saya dianggap salah kurang bagimana serta sudah mengadakan pertemuan saya minta maaf. Saya minta maaf sudah berkali-kali tapi ini masih terus menerus berjalan, yah tadi itu pemicu nya karena yang di gemboskan nya bahwa saya itu pendatang. Saya tidak habis pikir bagi mereka yang menggemboskan saya itu pendatang pola pikirnya itu kerdil,” bebernya.

Ia melanjutkan, padahal saya tinggal di Desa Cidamar sudah 30 tahun dan prinsip saya itu tidak pernah membeda bedakan mana itu pribumi mana itu pendatang saya hargai semua.

“Maka dengan adanya tuduhan tuduhan seperti itu mudah mudahan bisa menjadi hikmah untuk kedepannya lebih baik selama memimpin roda kepemerintahan Desa Cidamar dan saya juga tidak melarang apabila warga mau menyampaikan aspirasi nya sah sah saja tetapi tolong juga kebenaran nya dengan bukti bukti jangan asal menuduh,” pungkasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *