MMN.co, Cianjur – Dinilai tidak transparansi dan arogansi dalam pengelolaan anggaran, puluhan warga desa Cidamar, pada Senin, 27 September 2021 mendatangi Kantor Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk menggelar audensi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) yang ditengahi oleh Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Cidamar.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Audiensi dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Cidaun dengan pengawalan super ketat dari TNI&POLRI jajaran Kormail Cidaun dan Polsek Cidaun, anggota Satpol-PP kecamatan.
Audensi pun berjalan dengan aman dan tertib walau Sempat memanas namun tidak berlangsung lama. Kegiatan Audensi tetap dengan mematuhi Protokoler Kesehatan (Perokes) Covid-19, dan setiap peserta wajib memakai masker dan jaga jarak.
Sudrajat (60) warga Desa Cidamar mengatakan, audensi ini tujuannya untuk merubah sikap Pemerintah Desa (Pemdes) agar kedepan nya lebih baik lagi dari mulai perangkat hingga kepala desa tidak arogansi dan harus transparansi dalam melayani warga masyarakatnya.
“Selama ini warga menilai perangkat desa dan Kepala desa arogan, warga menginginkan adanya perubahan terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) untuk merubah sikap. Masa Kepala desa kalah sama perangkat nya,” katanya kepada wartawan, Senin (27/9/2021).
Sikap arogansi itu, kata Sudrajat, bukan hanya dialami warga tapi dia sendiri merasakan hal yang sama.
“Menurut pendapat saya tidak ada anak buah yang salah tapi tetap pucuk pimpinan yang salah. Semoga dengan adanya audiensi ini bisa merubah sikap para perangkat desa juga kepala desa menuju ke yang lebih baik kedepan, sebab kepala desa itu dipilih oleh warga masyarakat jadi harus benar benar menyayangi warga masyarakat nya,” ucapnya.
Hal yang sama dikatakan Unjani (45) warga lain nya, audensi ini tidak ada unsur pribadi dan ini murni dorongan hati nurani dari warga masyarakat Cidamar.
“Secara pribadi dan personal saya tidak ada masalah baik dengan kepala desa juga perangkat desa, tetapi yang berkaitan dengan urusan umum dugaan dugaan penyimpangan saya akan kawal dan melaporkan ke pihak hukum dengan prosedural dengan dasar bukti bukti yang kami pegang,” katanya.
Unjani menambahkan, harapan kami setelah adanya audiensi ini Cidamar bisa lebih baik lagi kedepannya.
“Harus transparansi dalam hal mengelola anggaran baik dana desa (DD) juga dana anggaran lain nya yang berkaitan dengan khalayak umum khususnya warga Desa Cidamar,” tambahnya.
Sementara itu ditempat terpisah Endang Yosep Wakil Ketua BPD menjelaskan, dengan adanya forum audiensi ini keluhan warga masyarakat sudah tersampaikan di forum tadi.
“Kami dari Badan Pengawas Desa (BPD) sudah memfasilitasi warga dengan Pemerintah Desa (Pemdes) yang berlokasi di kantor kecamatan Cidaun yang disaksikan langsung oleh unsur Muspika. Mudah mudahan kedepan nya desa Cidamar bisa lebih baik lagi. Pemerintah desa bisa lebih bijaksana sesuai harapan warga masyarakat terus masyarakat juga bisa bersinergi dengan pemerintah untuk masa depan desa Cidamar, mudah mudahan adanya kejadian ini bisa menjadi cambuk untuk semua ada hikmah dibalik ini,” jelasnya.
Menurutnya, tadi saat diforum dibahas terkait adanya intimidasi, arogansi dan oposisi, bagi kami bukan tidak setuju dengan adanya oposisi, kecuali oposisi untuk membangun, oposisi untuk merubah kemajuan Desa Cidamar.
“Terkait adanya intimidasi, arogansi itu biar pihak berwajib yang lebih kompeten yang menanganinya, kalau kami dari Badan Pengawas Desa (BPD) tidak mungkin masuk keranah itu. Tetapi tadi di forum audiensi terkait masalah intimidasi sudah selesai di forum, artinya sudah ingkrah saling memaafkan. Kalau ranah kami selaku BPD Setiap tri wulan kami akan menanyakan tentang kinerja dan kinerja diakhir tahun kami akan mengadakan laporan pertanggungjawaban termasuk yang tadi dipertanyakan oleh warga masyarakat akan kami sampaikan,” pungkasnya.
(Jay)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











