Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Cianjur

Keramasan Mandi Cikahuripan Ritual Khusus Warga Adat Miduana Sambut Bulan Suci Ramadhan

×

Keramasan Mandi Cikahuripan Ritual Khusus Warga Adat Miduana Sambut Bulan Suci Ramadhan

Sebarkan artikel ini
37 Pengunjung

Metromedianews.co – Mandi keramasan atau mandi Cai Kahuripan di aliran sungai Cipandak, desa Balegede, Naringgul, Cianjur Selatan merupakan acara ritual adat khusus warga kampung Adat Miduana yang dilakukan setiap tahunnya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Seperti jelang Ramadhan tahun 2023 ini, tampak ratusan warga adat yang dipimpin langsung oleh Ketua Adat dan Dewan Adat sedang melaksanakan ritual mandi keramasan cai kahuripan yang dihadiri langsung oleh kepala desa Balegede.

Acara mandi keramasan di meriahkan dengan iringan musik rebana dan pencak silat.

Abah Rustiman selaku Dewan Adat Miduana menjelaskan, mandi keramasan cai kahuripan di sungai Cipandak ini merupakan acara adat yang digelar setiap tahunnya jelang bulan puasa.

“Tujuan ritual mandi keramasan cai kahuripan ini selain untuk mendekatkan tali silaturahmi antar warga, juga saling menitipkan dan saling menjaga sesama warga. Selain itu tujuannya untuk membersihkan diri karena akan menjalankan ibadah puasa,” jelas Abah Rustiman, Selasa (21/3/2023).

Kekompakan warga masih kuat dalam hal ke gotongroyongan, saling menjaga untuk kemajuan kampung Adat Miduana.

“Mudah-mudahan generasi penerus tradisi ritual mandi keramasan cai kahuripan ini jangan sampai hilang dan musnah,” tukasnya.

Sementara itu, H. Asep Sutisna sapaan akrab Asep Aspar selaku Kepala desa Balegede mengatakan, kami pemerintah desa Balegede sangat mendukung kegiatan tradisi warga adat miduana yang setiap tahunnya melaksanakan ritual mandi keramas cai kahuripan di sungai Cipandak.

“Pemerintah desa terus melakukan pembinaan terhadap warga Adat Miduana baik dalam hal kebudayaan, kesenian, agama dan lainnya yang menyangkut hajat hidup warga adat tersebut,” terangnya.

“Kedepan tradisi warga kampung Adat Midauana ini tentunya akan terus dijaga dan dilestarikan karena ini merupakan kebudayan turun temurun dari jaman dahulu,” tambahnya.

Selain kampung Adat Kubang Bodas di kampung Adat Miduana ada juga wisata edukasi yang namanya Salapan Wali Puhun yang terdiri dari Batu Arca, Batu Rompe, dan Curug tujuh yang lokasinya berada di kawasan hutan adat. Tetapi kalau Curug Kursi dan Goa Australi berada di lokasi kawasan hutan BKASDAP Jawa Barat.

“Kami berharap semoga anggaran untuk revitalisasi kampung Adat Miduana segera digelontorkan kembali oleh Pemerintah baik itu Kabupaten, Provinsi dan Pusat,” pungkasnya.

(jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *