SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
CianjurHOMENasional

Kuramasan, Tradisi Mandi Besar Sambut Ramadhan di Kampung Adat Miduana Naringgul

285
×

Kuramasan, Tradisi Mandi Besar Sambut Ramadhan di Kampung Adat Miduana Naringgul

Sebarkan artikel ini
Foto: Seorang warga yang sedang mandi Kuramasan oleh ketua Adat Kampung Miduana

MMN.co, Cianjur – Memasuki bulan  Ramadhan sebagai bulan suci bagi umat Islam di tanah air banyak tradisi lokal yang masih melekat dan dijalankan oleh masyarakat. Salah satunya adalah tradisi mandi besar atau “Keramas” sehari menjelang pelaksanaan ibadah puasa tiba.

Di Kampung Adat Miduana misalnya kegiatan Keramas massal menyambut bulan suci Ramadhan itu berlangsung di Sungai Cipandak yang membelah Kampung Adat tersebut. Mereka menyebut istilah kegiatan mandi besar ini dengan sebutan Kuramasan.

Menurut Ketua Lokatmala Foundation, Wina Rezky Agustina, M.Sn, pendamping warga Adat Miduana, dalam tradisi mandi besar Kuramasan ini, warga sejak pagi hingga waktu dzuhur sehari menjelang puasa akan mendatangi Sungai Cipandak baik sendiri-sendiri maupun berkelompok.

Warga juga sekaligus membersihkan sungai dari sampah dan mengangkatnya ke pinggir sungai, semuanya dilakukan secara gotong-royong penuh kegembiraan.

“Sebelum prosesi mandi massal ini, warga adat memanjatkan niat dan doa yang dipimpin oleh pemimpin adat setempat lalu dengan tanpa harus membuka pakaian mereka turun ke Sungai Cipandak. Setelah acara selesai biasanya ada kegiatan makan bersama atau istilah mereka mayor di tepi sungai,” kata Wina yang juga berprofesi sebagai koreografer kepada MMN.co, Kamis (24/3/2022).

Masih Menurut Wina, dari kearifan lokal yang dia temui di Kampung Adat Miduana, pihaknya melihat bahwa dalam tradisi Kuramasan ini banyak hal yang sangat menarik. Diantaranya soal kesiapan mental dan spiritual warga menyambut dan menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *