METROMEDIANEWS, CIANJUR – Sejumlah pedagang gula merah dibeberapa Pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, keluhkan minimnya pasok dari pengrajin gula merah dari wilayah Cianjur Selatan.
Seorang pedang gula merah di Pasar Induk Pasir Hayam, (PIP), Dani (47), Selasa, mengungkapkan, minimnya pasokan gula itu terjdi sejak memasuki pertengan musim hujan. Selain minin pasokan gula merah daya beli dari masyarakat pun menurun.
“Menurunya daya dari masyarakat itu terjadi semenjak musim hujan, karena kebanyakan pembeli gula merah itu adalah pedagang minuman segar,” ucapnya, Selasa, (19/3).
Dirinya menjelaskan, mininya pasokan gula merah dari para pengrajin itu, baru terjadi kali ini, sebelumnya tidak pernah terjadi hambatan mengenai pasokan yang di kirim langsung dari Cianjur Selatan.
“Meski minim pasokan, saat ini harga gula merah sangat stabil, perkilogramnya mencapai Rp 14.000 untuk kwalitas sedang sedangkan untuk kwalitas bagus dihargai sebesar Rp 15.000 perkilogramnya,” katanya
Semenjak terjadinya minim pasokan dan menurunya daya beli masyarakat, beberapa pedagang gula merah di PIP mengalami kerugian sekitar jutaan.
Disisi lain, seorang pengrajin gula merah di Kecamatan Naringgul, Abdul (50) menjelaskan, menurunnya produksi gula merah terjadi dikarenkan akibat dari harga jual yang menurun.
“Saat ini harga jual gula merah turun menjadi Rp 10.000 hingga Rp 11.000 perkilogramnya, sebelumnya dihargai sebesar Rp 13.000 perkilogram,” kata dia.
Pihaknya pun berharap agar harga jual gula merah kembali normal seperti semula, pasalnya pembuatan gula merah tersebut merupakan mata pencaharian mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.(Jay)















