MetroMediaNews.co – Ada satu Kedusunan diwilayah Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, yang sudah 74 tahun namun warga masyarakatnya belum merasa merdeka. Pasalnya, warga menganggap selama puluhan tahun pula kampung halamannya belum tersentuh jaringan aliran listrik PLN kurang lebih ada sekitar 1032 jiwa warga masyarakat atau penduduk yang hidup di Kampung Nagrak yang setiap hari menjelang malam hanya mengunakan cahaya listrik dari aliran turbin yang dibuat secara swadaya mengunakan pasokan air kali Cidaun, itupun kini airnya sudah mulai surut sebab musim kemarau yang melanda wilayah Cianjur Selatan hampir 5 bulan lamanya sehinga penerangan cahaya pun tidak berjalan normal seperti biasanya warga masyarakat di Kampung Nagrak sendiri penopang pengahsil gula aren dan kerajinan pembuat sapu tamiang sangkir serta pengrajin jari-jari atau biasa orang Naringgul bilang ruji sangkar burung terbesar diwilayah kecamatan Naringgul namun anehnya hinga abad era digital ini belum masuk aliran listrik dari PLN. Sehinga apa yang digemborkan pemerintah daerah provinsi Jawa Barat dengan slogan ‘Jabar Terang’ namun pada kenyataannya belum semua menikmatinya.
Penelusuran MetroMediaNews.co, melihat lebih dekat kehidupan keseharin warga di kampung Nagrak yang loaksinya berada di pedalaman gunung Tayem.
Diketahui perjalanan menuju Kampung Nagrak memakan waktu kurang lebih setengah jam lamanya sebab jarak dari pusat kota Desa Wangunsari menuju Kampung Nagrak berjarak kurang lebih ada 7 kilometer, namun akses jalan menuju Kampung Nagrak kini sudah bagus dan berubah drastis setelahnya desa Wangunsari dipimpin oleh Kepala Desa Sapaat Suanda yang dengan kegigihannya serta menerapkan pemerataan pembangunan dibidang infrastruktur terutama jalan menuju kampung Nagrak kini akses jalan sudah lebar dan luas serta dikasih pengerasan batu kali dan kini sudah bisa dilalui kendaraan Roda 4 (mobil-red) sehinga wargapun ketika akan menjual hasil bumi keluar daerah mudah dan berdampak terhadap pertumbuhan roda ekonomi warga yang ada di pedalaman Gunung Tayem itu berjalan lancar.
Seperti dikatakan Ewok (48), kalau dulu sebelum jalan kearah kampung kami diperlebar dan diperkeras harga jual hasil bumi didaerah kami tidak laku sebab akses jalannya susah, namun sekarang atas kegigihan kerja Kades Sapaat Suanda jalan ke kampung kami sudah bagus dan bisa dilalui kendaraan Roda Empat (Mobil-Red) sehinga dampaknya sangat drastis sekali semua yang namanya hasil bumi jari jadi laku untuk dijual seprti pisang,gula aren, madu, sapu tamiang sangkir dan lain-lainnya, sebab sekarang para tengkulak hilir mudik datang kekampung kami.
“Menurut kami dan warga lainnya belum merasa merdeka sebab kampung kami semenjak Indonesia merdeka belum adanya jaringan listrik dari PT PLN selama ini, dan seingat saya sejak saya kecil hingga sekarang rambut sudah beruban daerah kampung kami masih belum terjamah atau tersentuh oleh jaringan listrik dari PLN,” katanya.
Ewok melanjutkan, memang dulu pernah ada bantuan Listrik Linmar dari pak Muldoko tapi itu sifatnya hanya sementara dan tidak permanen seperti jaringan listrik PLN sebab hanya mengunakan Accu dan Jenset. Malahan sekarang banyak yang sudah pada rusak dan warga beralih kembali mengunakan turbin manual yang dipasang di sungai kali Cidaun.
“Harapan kami dengan warga lainnya memohon kepada pihak pemerintah baik yang dari Kabupaten, provinsi dan pusat semoga segera membantu pemasangan jaringan Listrik PLN ke kampung kami, sebab kami ingin merasakan dan menikmati sebab kami juga masih warga negara Indonesia yang ingin merasakan pemerataan adanya bantuan listrik dari PLN,” pintanya dengan nada semangat.
Sementara itu Sapaat Suanda Kepala Desa Wangunsari menjelaskan, kami ucapkan terimaksih kepada pemerintah pusat yang sudah mengelontorkan Anggran Dana Desa (DD) sebab dengan adanya anggaran tersebut desa kami bisa membangun baik infrastruktur serta yang lainnya.
“Contoh halnya pembangunan yang menggunakan anggaran dana desa yang sudah bisa dirasakan oleh warga desa kami pembagunan jalan dan pengerasan jalan menuju Kampung Nagrak dimana kampung tersebut lokasinya paling ujung diwilayah desa kami, serta dulunya tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, namun kini dengan dibangunnya infrastruktur yakni Akses jalan sehingga 1032 jiwa warga disatu kedusunan tersebut bisa mempermudah saat akan menjual hasil buminya dan sekarang warga masyarakat bisa merasakan akses jalan yang layak seperti jalan jalan pada umumnya seperti didesa lain,” ujarnya, Minggu (6/10/2019).
Sapaat menyambungkan, Namun masih ada PR untuk pemerintah baik daerah dan pusat khususnya kami dipemerintahan Desa yakni dengan belum adanya jaringan listrik PLN dikampung Nagrak membuat warga desa kami ini sangat tertinggal baik dengan ragam informasi dan lainya yang berkaitan dengan kelistrikan.
“Kami sendiri pemerintah desa wangunsari sebenarnya sudah berupaya semaksimal mungkin mengajukan permohonan terkait listrik baik melalui pengajuan proposal ke kabupaten, Perovinsi dan pusat dan secara dor tudor juga sudah kami lakukan mendatangi ke pihak PLN namun hingga sampai saat ini belum juga ada tanggapannya, pernah waktu itu ada yang survai datang keloaksi katanya dari pihak PT PLN namun tidak ada lagi kelanjutannya padahal warga kampung Nagrak sangat membutuhkan sekali dengan akses jaringan Aliran listrik dari PLN, kalau untuk Jaringan kabelnya sendiri yang terdekat untuk menyambung sebenarnya tidak terlalu jauh bisa dikedusunan Ciparay sebab jarak dari kampung Nagrak ke Kedusunan Ciparay berjarak kurang lebih Tujuh kilometer,” Tegasnya.
Masih menurut Sapaat, Harapan kami kepada pihak pemerintah pusat Melalui media ini memohon untuk supaya secepatnya bisa membantu terkait pemasangan Jaringan listrik PLN ke desa kami.
“Untuk didesa kami sendiri warga masyarakatnya sebagian besar petani gula Aren serta petani sawah dan kebun ada juga sebagian besar Pengerajin Sapu Tamiang Sangkir dan Ruji/ jeruji sangkar burung. Termasuk salah satunya kampung Nagrak mayoritas warga masyarakatnya pekerjanya pengerajin dan petani sehingga warga masyarakat kami sangat membutuhkan dengan yang namanya kelistrikan guna meningkatkan roda pertumbuhan perekonomian khsusunya dikampung Nagrak umumnya didesa wangunsari,” pungkasnya.
Editor: Dedy Rahman
Reporter: Jay















