MetroMediaNews.co – Harapan warga Kampung Ciguha dan Ranca Susuh untuk pindah menginduk pemerintahan desa kini terkabul, sebab pemerintah desa Malati dan Wangunjaya sudah menyepakati serah terima kependudukan. Untuk Kampung Ciguha Desa Malati kini resmi menginduk ke Pemdes Wangunjaya dan Kampung Ranca Susuh menginduk ke pemdes Malati.
Dalam hal ini, kedua kepala desa menyepakati persetujuan tersebut atas dasar menindaklanjuti pemutakhiran tapal batas yang dilakukan oleh tim survai dari DPMD Kabupaten Cianjur yang dihadiri oleh tim Giologi Pusat pada tanggal 18 Agustus 2019, terkait tapal batas ada dua titik Kampung yang kondisi wilayahnya kurang logis dan terpencil jauh menuju ke masing-masing desanya. Diantaranya Kampung Ciguha dan Ranca Susuh.
Kepala desa Malati, Ceceng Rustiawan mengatakan, sebagaimana menindaklanjuti pemutakhiran dari DPMD Kabupaten Cianjur yang dihadiri Tim Geologi Pusat tentang tapal batas pada tanggal 18 Agustus 2019, muncul dua titik adanya Kampung Ciguha dan Ranca Susuh yang letaknya dinilai tidak logis sehingga terlalu kejauhan. Untuk Kampung Ciguha bila menginduk ke desa Malati dan Kampung Ranca Susuh yang menginduk ke Desa Wangunjaya.
“Hasil survai dari tim mengkaji untuk tata letak dua kampung tersebut antara Ciguha dan Ranca Susuh kurang logis dan jarak tempuhnya terlalu jauh menuju desanya masing-masing. Misalnya Kampung Ciguha ke desa Malati dan Kampung Ranca Susuh ke desa Wangunjaya membutuhkan waktu beberapa kilometer, maka berangkat dari hasil kajian tersebut kami berunding dengan kepala desa Wangunjaya dan akhirnya disepakati bersama dengan warga dari kedua kampung tersebut,” ucap Kepala Desa Malati kepada MetroMediaNews.co, Jumat (24/7/2020).
Ceceng menambahkan, untuk wilayah Kampung Ciguha penduduknya kurang lebih mencapai 82 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 3 RT. Kalau untuk Kampung Ranca Susuh penduduknya kurang lebih mencapai 20 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 1 RT, tujuannya bukan berarti tuker guling kalau mengacu kesana tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Tapi tujuannya untuk mempermudah akses kebutuhan warga masyarakat baik dalam segi adminitrasi atau yang lain nya karena selama ini warga dari kedua kampung mengaku terlalu jauh aksesnya apabila ada kebutuhan yang berkaitan dengan pemdes.
“Sementara bila dibandingkan jarak tempuh dari Kampung Ciguha menuju Desa Wangunjaya hanya beberapa meter, tapi kalau menuju ke desa Malati membutuhkan waktu beberapa kilometer sama halnya Kampung Ranca Susuh lebih dekat ke Desa Malati. Sebenarnya sekarang juga dari segi mobilisasi penduduk sudah berjalan kesehariannya baik warga yang menjual hasil bumi menuju ke pasar desa Wangunjaya, atau anak yang sekolah ke wilayah desa Wangunjaya karena memang lebih dekat masuk ke desa Wangunjaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Alhamdulillah pada Kamis (23/7/2020) bertempat di Goor Desa Wangunjaya, kami bersama kepala desa yang disaksikan oleh warga dari dua kampung sudah serah terima secara Simbolis. Namun dalam segi keadmintrasian penduduk rencananya selesai sesudah Pilkda pemilu nanti,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wangunjaya Ataz menuturkan, untuk biaya pengurusan adminitrasi nya kita sudah sepakat, bahwa dua desa akan mengunakan anggaran dana fesa yang sudah di APBDes kan tahun 2021. Selain itu untuk segi pembangunan infrastruktur akan diproritaskan, sebab kampung Ciguha cukup tertinggal pembangunannya dan warga meminta infrastruktur jalan ingin diutamakan agar bisa masuk kendaraan roda empat.
“Kondisi jalan nya saat ini masih kecil dan sempit, dan nantinya roda perekonomian akan lebih meningkat,” tandasnya.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay















