Metromedianews.co – Di setiap masing-masing tempat daerah di bulan suci Ramadhan ini ada cara unik saat menunggu berbuka puasa atau biasa yang disebut ngabuburit. Seperti halnya warga Kampung kerajinan Ciguha Malati, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan saat menunggu waktu berbuka puasa warga yang didominasi para orang tua membuat anyaman bambu.
Diketahui, kerajinan anyaman bambu di Kampung Ciguha Malati merupakan warisan turun temurun dari para orang tuanya. Adapun anyaman bambu yang dibuat warga Kampung Ciguha Malati diantaranya jingko, boboko, said, aseupan, ayakan, hiid (kipas angin) dan lainnya.
Marni (40) pengrajin anyaman mengatakan, setiap harinya sepulang dari ladang dia membuat anyaman bambu, dan ini merupakan mata pencariannya.
“Karena sekarang bulan puasa jadi bikin anyaman bambunya setiap sore sambil ngabuburit menunggu waktu buka puasa dengan warga lainnya,” ucapnya saat ditemui metromedianews dirumahnya, Minggu (2/4/2023).
Menurut Marni, menunggu waktu berbuka puasa sambil membuat anyaman bambu tidak terasa tau tau sudah mau adzan magrib.
“Beres masak-masak untuk berbuka ibu ibu disini langsung pada bikin anyaman bambu, selain itu kerajinan anyaman bambu merupakan penghasilan tambahan warga Kampung Ciguha sebab kerajinan tangan anyaman bambu ini sudah dari sejak dulu sehinga setiap warga kampung ciguha baik laki laki atau perempuan pasti pada bisa bikin anyan bambu,”tukasnya.
Sementara itu Hendra Irawan Kepala Desa Malati menjelaskan, warga Kampung Ciguha ini mata pencahariannya membuat kerajinan anyaman bambu sehinga dibulan Ramadhan ini sambil menunggu adzan magrib buka puasa atau ngabuburit pada bikin anyaman bambu.















