Megapolitan

Terminal Kalideres Diperketat Oleh Aparat Gabungan

42
×

Terminal Kalideres Diperketat Oleh Aparat Gabungan

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Jakarta – Aparat gabungan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan memperketat pengamanan Terminal Kalideres, Jakarta Barat, seiring semakin meningkatnya penumpang bus Antarkota antarprovinsi (AKAP) mulai Jumat ini, 30 April 2021.

Revi Zulkarnaen Kepala Terminal Kalideres di Jakarta, mengatakan, jumlah penumpang bus AKAP diperkirakan masih terus mengalami kenaikan serta puncaknya akan terjadi pada 30 April sampai dengan 1 Mei 2021.

Untuk saat ini tujuan yang paling banyak diminati pengunjung yaitu, Padang, Palembang, Lampung dan Jawa Tengah.

Revi mengatakan, sudah menyediakan 30 posko yang berada di terminal dengan 30 orang petugas yang dibagi 3 shif dan juga dibantu oleh kepolisian sekitar 10 orang per shif.

“Seperti yang saya perkirakan, kemungkinan sore ini hingga besok 1 Mei ada peningkatan penumpang mengingat hari ini hari terakhir kerja, di sebagian perusahaan,” ungkap Revi seperti dilansir dari antara, Jumat (30/4/2021).

Revi menuturkan, kapasitas penumpang bus juga dikurangi hingga 50 persen dengan menetapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Serta juga ada pemeriksaan GeNose secara acak.

Pengawasan mudik di terminal juga sudah dibuka pada Jumat ini, yaitu posko kesehatan dan pemeriksaan di perjalanan (ramp check).
Posko kesehatan dipersiapkan apabila ada yang positif akan dilakukan tes PCR oleh petugas Puskesmas Kalideres secara langsung di Terminal.

“Apabila terbukti positif maka penumpang bersangkutan diminta tidak melanjutkan perjalanan dan langsung diminta untuk melakukan isolasi,” kata Revi.

“Saat ini, GeNose yang sudah diberikan oleh Kementerian Kesehatan yaitu 300 unit kantung udara untuk pemeriksaan, akan tetapi akan terus diminta bantuan sebanyak 150 unit lagi untuk mengantisipasi apabila ada lonjakan penumpang,” tambahnya.

Karena keterbatasan GeNose, maka ada antisipasi lain dengan melakukan pemeriksaan melalui aplikasi CLM, JAKI, dan juga e-HAC.

“Selain itu juga ada syarat untuk semua penumpang yang naik harus sudah diperiksa riwayat penyakit, jika hasil resiko penyakit rendah atau sedang masih diperbolehkan, untuk resiko tinggi harus diperiksa oleh tim kesehatan Terminal Kalideres,” ujarnya.

Walaupun sudah protokol kesehatan yang ketat Untuk melakukan perjalanan, Revi menyarankan Untuk tidak mudik terlebih dahulu, mencegah Penularan virus COVID-19.

(Red-Suwanto/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *