MetroMediaNews.co – Maraknya kematian babi yang diduga akibat Virus Cholera yang mewabah di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara dan wilayah lain akhir-akhir ini, membuat masyarakat menjadi resah dikarenakan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membuang bangkai babi ke dalam aliran sungai sehingga menimbulkan aroma bau yang tak sedap.
Terkait masalah bangkai babi yang meresahkan di masyarakat belakangan ini mendapat respon cepat dari Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan dalam menanggulangi masalah bangkai babi di wilayah Deli Serdang.
Terlihat Tim terpadu dari kabupaten Deli Serdang bersama Muspika Kecamatan Percut Seituan melakukan penyisiran dan pembersihan bangkai babi di sepanjang aliran sungai Percut sampai ke muara laut bagan Percut,Selasa (12/11/2019) sekira pukul 10.00 WIB.
Tim terpadu memulai melakukan penyisiran di seputaran aliran sungai Percut yang dipimpin oleh Kordinator Giat Kasat Pol PP Deli Serdang Suryadi Aritonang, bersama Kadis Perikanan dan Kelautan Deli Serdang, Camat Percut Sei Tuan, Kapolsek Percut Sei Tuan, Plt. Danramil Percut Sei Tuan didampingi Rakhmadsyah anggota DPRD Deli Serdang melaksanakan penyisiran di sepanjang sungai Percut sampai ke muara laut.
Saat melakukan penyisiran di pingiran sungai Percut sampai ke Muara laut, tim terpadu menemukan sebanyak 72 bangkai babi yang mulai membusuk dan mengapung di seputaran aliran sungai Percut sampai ke Muara arah ke laut.
Kasad Pol PP Deliserdang Suryadi Aritonang mengatakan, dalam menindaklanjuti bangkai babi yang mengapung di aliran sungai Percut sudah dapat teratasi oleh tim gabungan yang melakukan penyisiran sekaligus mengumpulkan bangkai babi dan menanamnya (kubur).
“Jumlah bangkai babi yang di temukan sebanyak 72 ekor dan yang sudah berhasil ditanam (kubur) sebanyak 7 ekor dalam lobang di lahan yang sudah dipersiapkan di Dusun VIII desa Percut. Selanjutnya penyisiran dan pembersihan bangkai babi di sepanjang aliran sungai Percut sampai muara laut akan dilanjutkan besok Rabu (13/11/2019) oleh tim relawan yang dibentuk Camat Percut Sei Tuan,” ujar Suryadi.
Sementara itu Anggota DPRD Deliserdang H Rahmadsyah SH juga menyampaikan, tidak ada kaitannya dengan ikan-ikan yang ada di laut, karena bangkai-bangkai babi itu hanya sampai di muara-muara ini dan sudah langsung pecah tidak sampai kelaut. Nelayan kita menangkap ikan itu dari perairan ini sampai kelaut lebih kurang empat sampai enam jam, jadi bangkai babi ini tidak sampai kelaut.
“Kalau ada isu-isu yang bertebar di media sosial bahwa hati-hati makan ikan dari Percut karena sudah ada makan bangkai babi itu negatif, dan perlu kita klariffikasi. Hari ini apa yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan adanya operasi pembersihan yang dilakukan oleh tim menunjukkan kepedulian Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan,” terangnya.
Hal senada juga di sampaikan Camat Percut Sei Tuan Drs Khairul Azman MAP menghimbau kepada masyarakat yang memiliki peternakan babi di Kecamatan Percut Sei Tuan untuk tidak membuang bangkai babi ke sungai namun menguburkan langsung agar tidak berdampak mengganggu kesehatan masyarakat.
“Nantinya bangkai babi tersebut akan dikuburkan juga di dusun XVIII desa Saentis berukuran 4x10m kedalaman 5m. Selanjutnya diminta Kades agar menyampaikan kepada masyarakat peternak babi apabila ada ternak babinya yang mati karena virus cholera agar segera melapor ke Kades setempat agar dikubur di lahan yang disediakan,” ucapnya.
Selain itu, pihak kecamatan Percut Sei Tuan juga membuat Posko Pantau di jembatan desa Cinta Dame untuk mencegah masyarakat yang membuang bangkai babi sembarangan.
Editor: Red
Penulis: Zuni















