MetroMediaNews.co – Masa pandemi Covid-19, para petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengeluhkan sulitnya membeli pupuk bersubsidi.
Ujang (50) seorang petani warga Kecamatan Gekbrong membenarkan, pupuk subsidi tidak ada di kios-kios.
“Pupuk yang ada itu non subsidi, yang harganya mencapai Rp7 ribu per kilogram,” akunya.
Ia menyambungkan, jelas hal itu sangat memberatkan para petani penggarap. Dan, pupuk subsidi hanya Rp 2.400 per kilogram di kios pupuk saat ini langka.
“Nah, itu keluhan para petani penggarap saat ini kang,” ujar Ujang, tapi sebagian kecil petani yang sudah mendapatkan, dan sebagian besar belum.
Sementara, H Apip Iskandar (50) petani lainnya warga Kelurahan Bojopngherang, Kecamatan Cianjur kota mengakui, para petani mengeluh dipersulitnya pembelian pupuk.
Karena harus pakai kartu petani yang dikeluarkan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, setelah dikonfirmasi katanya selain sulit kartu, itu pun pakai biaya.
“Sudah memiliki kartu pertanian pun harus online buka rekening di Bank Mandiri,” ucap Apip.
Sementara di Cianjur, hanya dua toko yang bisa menjual pupuk yaitu H. BY dan JN. Pupuk yang biasa dibeli petani pun jenis poska, malahan tidak ada di toko.
“Ada permainan apa ini, lagi wabah melanda pandemi Covid-19 petani diperdaya. Hal ini harus betul-betul, pemerintah dan wakil rakyat turun tangan,” harapnya mewakili para petani di Cianjur.
Editor: Red
Penulis: M/Jay















