MetroMediaNews.co | Garut – Warga Garut Selatan diharapkan paham berpolitik, karena dengan menggunakan hak demokrasi nanti pada waktunya, itu sebenarnya adalah untuk membangun Garut Selatan. Jika Garut Selatan tertinggal dalam bidang infrastruktur, adalah kesalahan warga Garut Selatan sendiri, yang tidak paham berpolitik.
Ajakan Drs. Ade Kaca, SE, saat sambutan pada acara Reuni Himpunan Alumni Pesantren Miftahul Huda II 78 (HAMMAH) yang ke 3 di Yayasan Miftahul Huda Al-Maskun Kp. Cilame Desa Bojong Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Ahad (13/09/2020)
Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Komisi V dari Praksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini hadir atas undangan Panitia Reuni HAMMAH ke 3. Juga Hadir Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum.
“Nanti, kita tidak perlu mencari Anggota Dewan lagi termasuk Kepala Desa lagi, jika yang ada jelas terasa kebijakannya untuk pembangunan daerah kita. Maka tentukan mereka sebagai dewan dan kepala desa yang diketahui orangnya, jujur, adil dan bijaksana. Jangan sekali-kali memilih mereka yang justru kita tidak mengenalinya hanya karena amplop semata, karena kita akan rugi selama lima tahun kedepan”. Tandas Ade Kaca.
Untuk Garut hanya punya satu Anggota DPR RI yang asli kelahiran Garut, sementara daerah lain ada yang memiliki lima Anggota DPR RI, lanjut Ade.
“Saya heran, kemana jutaan suara warga Garut Selatan kalau hanya mampu mengantarkan satu Anggota DPR RI saja, maka jika bangunan sekolah ini tidak kunjung selesai (sambil menunjuk bangunan yang belum selesai di sampingnya) itu adalah kesalahan kita yang kurang tepat saat menentukan pilihan pada waktu di TPS masing-masing”. Ade Kaca menjelaskan.
Warga Garut Selatan saatnya paham berpolitik, terlebih menyikapi dan menghadapai CDOB Garut Selatan. Pesantren-pesantren, kiyai-kiyai dan para ustadz agar mengajak santri dan jamaahnya untuk tepat berpolitik, karena aspirasi kita akan sampai kepada pemerintah jika ada anggota dewan yang menyampaikannya.
Ade Kaca, Ajak Warga Garut Selatan Paham Berpolitik











