MetroMediaNews.co|Jawa Barat – Proyek peningkatan pengecoran jalan penghubung antar desa Wangunjaya-Wangunsari sepanjang 3 kilometer diduga pengerjaannya molor. Diketahui proyek tersebut anggarannya bersumber dari Dana Bantuan Perovinsi Jawa Barat (Banvrov) tahun 2020 sebesar Rp3.141.569.131,60.
Proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan PT Surya Kencana Padzazaran dengan konsultan Pengawas PT Tata Bumi Konsultan selama waktu 120 hari kerja. Namun hingga saat ini pelaksanaan pengecoran belum juga dilaksanakan, padahal Surat Perintah Kerja (SPK) sudah turun.
Informasi yang dihimpun sudah dua kali terjadi kecelakan kendaraan roda empat (mobil-red) baik kendaraan yang mengirim bahan material dan kendaraan milik warga masyarakat diduga akibat jalan yang licin.
Abah Juhana (45) warga setempat mengaku heran dengan kontraktor yang mengerjakan proyek jalan Wangunjaya-Wangunsari hingga saat ini pengecorannya belum jugs dimulai.
“Banyak beredar isu di masyarakat bahwa pihak pelaksana kontraktor masih mencari bahan material dengan harga rendah. Kalau bahan material harganya murah-murah apakah nantinya engak akan berpengaruh terhadap kualitas corannya,” katanya dengan nada heran.
Menurut Juhana, jalan antar desa Wangunjaya- Wangunsari merupakan akses jalan satu satunya yang digunakan warga sehingga kami berharap kepada pihak kontraktor untuk segera memulai pengerjaan pengecorannya.
“Sekarang kondisi jalan sudah semakin rusak parah karena hilir mudik kendaraan yang mengakut bahan material, tapi pengecoran belum juga dilaksanakan ditambah lagi sekarang sudah memasuki musim penghujan sehingga jalanan jadi licin dan banyak berlubang,” ucapnya.
Hal yang sama dikatakan Ujang (37), dirinya heran dengan kontraktor kenapa Surat Perintah Kerja (SPK) sudah turun tapi pelaksanaan pengerjaan untuk pengecoran belum juga dimulai pelaksanannya.
“Yang saya tau proyek itu biasanya ada dana talang dari pihak pemenang tender, apalagi ini nilainya miliaran rupiah masa engak mampu ada dana talangan, sementara waktu terus berjalan dari mulai terhitung 120 hari kerja sekarang belum juga dimulai pelaksanan pengecorannya,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kontraktor melalui bagian lapangan Dodo mengatakan, tidak ada kendala hanya menunggu waktu pelaksanaan pengerjaannya saja.
“Untuk bahan material kami sudah mengajukan beberapa suplayer ke bos tapi harganya belum masuk masuk juga, kami sedang mempertimbangkan apakah nantinya akan mengunakan material dari daerah sini atau dari jebrod,” teranh Dodo kepada Wartawan.
Dodo menambahkan, selain harga material yang belum cocok harganya, masalah cuaca juga salah satunya jadi kendala dan yang paling utama belum fokus.
“Kalau untuk bahan material sudah ada titik temu tinggal menunggu instruksi dari bos saja kapan mulai pelaksanaan Pengecorannya,” pungkasnya.(Jay)















