SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Tumbuhkan Ekonomi di Tengah Pandemi, BUMDes Sukaluyu Produksi Minuman Herbal

304
×

Tumbuhkan Ekonomi di Tengah Pandemi, BUMDes Sukaluyu Produksi Minuman Herbal

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukaluyu, Kecamatan Cijati, Cianjur Selatan, Jawa Barat memproduksi minuman Herbal Jahe Kelor yang berbahan komposisi dari gula aren merah, jahe merah, daun kelor, dan kayu manis kapolaga.

Informasi yang diterima MMN.co, berdirinya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Sukaluyu tahun 2021 bersamaan dengan awal mula memproduksi Minuman Herbal Jahe Kelor dan tujuannya untuk berupaya menumbuhkan ekonomi masyarakat di tengah wabah Pandemi Covid-19 yang serba sulit ini.

Lindayanti S.Pd selaku Direktur Bumdesa mengatakan, untuk produksi minuman herbal jahe kelor pekerjanya warga yang berdomisili di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cijati tepatnya di kaki gunung Bengbreng.

“Alhamdulillah untuk saat ini, pemasaran minuman herbal jahe kelor sudah go internasional, melalui komunikasi dengan pihak Kecamatan dan atas petunjuk DPMD Kabupaten Cianjur Bumdes Sukaluyu semakin mendunia,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Masih kata Lindayanti, maka dari itu dia mengajak kepada semua jajaran struktural Bumdes Sukaluyu untuk bersama sama bahu membahu memajukan ekonomi produktif berbasis hasil bumi di desa Sukaluyu ini.

“Jujur saja perjalanan berdirinya Bumdes Sukaluyu yang begitu berliku dan masih adanya sedikit benturan, maka dari itu mari kita perbaiki bersama untuk kemajuan Bumdes Sukaluyu. Kini produksi hasil bumi didesa kita ini mampu mengantarkan Desa Sukaluyu menjadi go publik di dunia ekonomi kreatif,” ucapnya.

Lindayanti menambahakan, tentunya kami selaku Direktur Bumdes berniat dan berkomitmen untuk mengangkat perekonomian masyarakat Desa Sukaluyu, sekalipun dengan keadaan sekarang yang masih seadanya.

“Pihak Bumdes siap terbuka untuk membantu produk selain minuman jahe merah dan makanan. Bumdes juga siap memasarkan hasil karya anyaman. Seperti contohnya yang sekarang berjalan produksi anyaman hasil buah tangan warga masyarakat desa Sukaluyu, seperti bakul nasi dan alat dapur lainnya,” tukasnya.

Terkahir Lindayanti menjelaskan, sekarang divisi pemasaran sedang menjalankan program sosialisasi ke masyarakat dan akan membantu apapun hasil produksi warga.

“Adapun untuk kaitan dengan legal BPOM, sedang di proses oleh pihak DPMD melalui pak Camat mudah-mudah segera keluar ijin legalnya,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan Asep Noval selaku pengurus Bumdes mengatakan, manfaat dari minuman Herbal Jahe Kelor ini di antaranya, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu menyembuhkan Migran, menurunkan Kolestrol, membantu mengobati masuk angin serta membantu penyembuhan asam urat.

“Rasa aroma minuman jahe merah kelor menghangatkan suhu tubuh, apalagi sekarang musim Pandemi Covid-19, sehingga perlunya suhu tubuh sangat membutuhkan asupan suplement dari herbal/alam. Konon Virus Covid-19 tidak betah dengan suhu tubuh yang senantiasa hangat,” ucapnya sambil tersenyum di tengah kesibukannya mengemas Jahe Kelor.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *