SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOMEJawa TengahKab. PemalangLingkunganTransportasi

Trotoar dan Bahu Jalan di Pemalang Berubah Jadi Lahan Parkir, Pejalan Kaki Terpinggirkan

181
×

Trotoar dan Bahu Jalan di Pemalang Berubah Jadi Lahan Parkir, Pejalan Kaki Terpinggirkan

Sebarkan artikel ini
Trotoar dan bahu jalan di Pemalang berubah jadi lahan parkir. (Poto: Ragil)

PEMALANG – Fungsi trotoar dan bahu jalan sebagai ruang aman bagi pejalan kaki kembali menjadi sorotan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Di kawasan Taman Patih Sampun, kondisi ideal ruang publik tersebut kini nyaris hilang karena berubah menjadi area parkir kendaraan bermotor.

Setiap hari, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah, kawasan Jalan Gatot Subroto di depan taman dipadati ratusan sepeda motor milik pelajar dari sejumlah sekolah di sekitar lokasi. Kendaraan yang parkir berlapis membuat trotoar tertutup dan bahu jalan tidak lagi bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan untuk melintas. Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kondisi tersebut berlangsung rutin dari sekitar pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap harinya. Deretan motor yang memenuhi sisi jalan bahkan kerap memakan separuh badan jalan, sehingga arus kendaraan menjadi tersendat.

Sandy (45), salah satu warga yang sering melintas di kawasan tersebut, mengaku terganggu dengan kondisi yang terjadi hampir setiap hari.

“Sangat mengganggu arus lalu lintas di situ. Dan kasihan pejalan kaki, karena terhalang oleh ratusan motor yang diparkirkan,” ujarnya, Jumat (29/5).

Taman Patih Sampun sendiri merupakan ruang terbuka hijau yang sebelumnya diresmikan sebagai sarana rekreasi dan tempat bersantai warga. Keberadaan taman ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memberikan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Namun, fungsi tersebut kini mulai tergeser. Area sekitar taman justru lebih dominan dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan pelajar, yang diduga tidak tertata dengan baik dan tidak memiliki kapasitas memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *