SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOMEJawa TengahKab. PemalangLingkunganTransportasi

Trotoar dan Bahu Jalan di Pemalang Berubah Jadi Lahan Parkir, Pejalan Kaki Terpinggirkan

185
×

Trotoar dan Bahu Jalan di Pemalang Berubah Jadi Lahan Parkir, Pejalan Kaki Terpinggirkan

Sebarkan artikel ini
Trotoar dan bahu jalan di Pemalang berubah jadi lahan parkir. (Poto: Ragil)

Dinas Perhubungan Akui Sudah Lakukan Pembinaan

Pihak Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang, Ary Dwi, mengakui bahwa pembinaan terhadap juru parkir telah berulang kali dilakukan. Salah satu imbauan yang diberikan adalah agar kendaraan hanya diparkir satu lapis dan ditata di area dalam.

“Untuk yang kesekian kali, kami sudah melakukan pembinaan kepada juru parkir di situ agar parkir satu lapis saja, sisanya ditata di dalam,” jelas Ary.

Namun, di lapangan kondisi tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan. Parkir tetap berlapis dan meluas hingga trotoar, menandakan adanya persoalan dalam pengawasan serta penerapan aturan.

Fenomena ini memperlihatkan persoalan klasik di banyak daerah perkotaan, yakni benturan antara kebutuhan parkir kendaraan pelajar dengan hak masyarakat atas ruang publik yang aman dan nyaman.

Jika tidak segera ditangani, fungsi Taman Patih Sampun sebagai ruang terbuka hijau dikhawatirkan semakin tergerus. Selain mengganggu estetika kota, kondisi ini juga berpotensi menurunkan tingkat keselamatan pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera menghadirkan solusi konkret, seperti penataan ulang area parkir, penyediaan lahan parkir khusus, atau kerja sama dengan pihak sekolah untuk sistem penjemputan dan penurunan siswa yang lebih tertib.

Tanpa langkah tegas dan terukur, trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki akan terus kehilangan fungsinya, tergantikan oleh deretan kendaraan yang tak tertata.

(Ragil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *